IHSG Diperkirakan Bergerak Terbatas dan Cenderung Melemah

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/8/2026), diperkirakan bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah. Pelaku pasar mencermati sentimen global, perkembangan geopolitik, serta arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).

Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi bergerak dalam rentang resistance 6.450, pivot 6.400, dan support 6.300. Sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati antara lain ERAA, ELSA, MEDC, ENRG, dan ACES.

Pada perdagangan Rabu (19/8/2026), IHSG ditutup melemah 0,86% ke level 6.394,13. Kekhawatiran terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik dan dampaknya terhadap harga minyak menjadi salah satu sentimen negatif bagi pasar saham domestik.

Di pasar valuta asing, Rupiah menguat 0,12% ke level Rp17.862 per Dolar AS. Secara teknikal, IHSG belum mampu menembus level MA100 dan kembali ditutup di bawah level psikologis 6.400. Kondisi ini membuat indeks diperkirakan bergerak dalam kisaran 6.300-6.450 pada perdagangan Kamis (20/8/2026).

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga merespons hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang kembali mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 5,75% selama dua bulan berturut-turut.

BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan Lending Facility sebesar 6,50%. Keputusan tersebut ditempuh untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah, menjaga inflasi tetap berada dalam sasaran, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Bank Indonesia tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 4,9%-5,7% secara tahunan (YoY) pada 2026. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan ditopang implementasi berbagai program stimulus pemerintah serta tetap terjaganya keyakinan pelaku ekonomi.

Sementara itu, pertumbuhan kredit perbankan menunjukkan penguatan. Kredit perbankan tumbuh 13,58% YoY pada Juli 2026, meningkat dibandingkan pertumbuhan 12,67% YoY pada Juni 2026.

Perkembangan tersebut didukung kebijakan makroprudensial yang longgar, termasuk optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), guna mendorong penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas.

Dengan kombinasi sentimen global yang masih beragam, tekanan teknikal, serta kebijakan moneter domestik yang relatif stabil, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan masih terbatas dengan kecenderungan melemah. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kredit Perbankan Tumbuh 13,58% pada Juli 2026

BRIEF.ID - Penyaluran kredit perbankan Indonesia terus menunjukkan penguatan....

Pertama Sejak Juni 2026, Harga Emas Tembus US$ 4.500 per Troy Ons

BRIEF.ID - Harga emas naik tajam pada perdagangan Rabu...

Wall Street Akhiri Tren Penurunan

NEW YORK — Wall Street mengakhiri tren penurunan selama...

KPK Soroti Risiko Gratifikasi di Ditjen Pajak: Bisa Buka Celah Manipulasi Pajak

BRIEF.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti dampak dugaan...