Pertama Sejak Juni 2026, Harga Emas Tembus US$ 4.500 per Troy Ons

BRIEF.ID – Harga emas naik tajam pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Harga emas di pasar spot menembus level US$4.500 per troy ons untuk pertama kalinya sejak awal Juni 2026. Penguatan harga emas didorong pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury).

Pada pukul 19.34 GMT atau Kamis (20/8/2026), harga emas spot naik 4% menjadi US$4.508,28 per troy ons. Sementara itu, harga emas berjangka menguat 3,3% menjadi US$4.567,94 per troy ons. Kedua kontrak ini mencapai level tertinggi sejak 29 Mei 2026.

Sentimen positif pada harga emas menguat setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana melipatgandakan operasi pembelian kembali (buyback) obligasi tenor panjang. Langkah tersebut memberikan dukungan terhadap pasar obligasi dan mendorong penurunan tajam yield Treasury tenor 30 tahun dari level tertinggi dalam hampir dua dekade.

Mulai 9 September 2026, skala operasi buyback untuk mendukung likuiditas sekuritas kupon nominal tenor panjang, khususnya sektor 10-20 tahun dan 20-30 tahun, akan dinaikkan dari US$2 miliar menjadi US$4 miliar per operasi.

Departemen Keuangan AS menyatakan peningkatan skala buyback mencerminkan upaya memberikan dukungan likuiditas yang lebih besar pada obligasi tenor panjang, di tengah kuatnya minat beli dan tingginya volume penawaran berkualitas yang diterima dalam setiap operasi pembelian kembali.

Di sisi lain, pelaku pasar mencermati risalah rapat terbaru Federal Reserve (The Fed). Risalah ini menunjukkan bahwa banyak pejabat bank sentral AS menilai kenaikan suku bunga kemungkinan diperlukan apabila inflasi tidak menunjukkan penurunan yang memadai.

Prospek kebijakan moneter The Fed masih menjadi perhatian, penurunan dolar AS dan yield Treasury memberikan dorongan kuat bagi emas. Aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas cenderung lebih menarik ketika imbal hasil obligasi dan nilai dolar melemah.

Kenaikan harga emas melampaui US$4.500 per troy ons kembali menegaskan kuatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah dinamika pasar obligasi, kebijakan moneter AS, dan ketidakpastian ekonomi global. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Antam Makin Terpuruk, Dijual Kembali Lebih Rugi

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Lima Pewarta Foto Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau

BRIEF.ID – Manajemen Kantor Berita ANTARA memperkuat koordinasi dengan...

IHSG Berpeluang Uji Level 6.700

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Speedboat Bawa 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda, Basarnas Kerahkan Tim SAR

BRIEF.ID - Speedboat yang membawa rombongan jurnalis untuk meliput...