BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bertahan di zona hijau pada perdagangan Selasa (4/8/2026), ditopang laporang keuangan kuartal II 2026 emiten (perusahaan tercatat).
Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG ditutup menguat 0,57% atau 35,65 poin ke level 6.270. Sebelumnya pada awal sesi I perdagangan, IHSG dibuka menguat 0,33% atau 20,28 poin ke posisi 6.254.
Sepanjang 3 jam perdagangan berlangsung dan ditutup pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terus bergerak di zona hijau, dengan menyentuh level tertinggi di 6.282, dan level terendah 6.238.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 381 saham naik harga, 229 saham turun harga, dan 178 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 19,433 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.272.347 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp6,467 triliun.
Penguatan IHSG dipicu laporan keuangan kuartal II 2026 emiten, yang menunjukkan kinerja positif di tengah ketidakpastian global, dan gejolak pasar modal Indonesia.
Secara umum, laporan keuangan kuartal II 2026 emiten menunjukkan fundamental solid, terutama untuk emiten di sektor perbankan, telekomunikasi, konstruksi, pertambangan, dan konsumsi.
Saham-saham sektor perbankan, terutama 3 bank besar ramai diburu investor hingga mengalami kenaikan harga, yakni PT Bank Central Indonesia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Indonesia Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBNI).
Hingga akhir sesi I perdagangan, harga saham BBCA terpantau melesat 1,59% atau Rp100 menjadi Rp6.400 per lembar, BMRI naik 0,48% atau Rp20 menjadi Rp4.190 per lembar, dan BBNI menguat 1,14% atau Rp40 menjadi Rp3.560 per lembar.
Di sektor konstruksi, saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan PT Smeen Indonesia Tbk (SMGR), juga mengalami kenaikan harga seiring kinerja positif dua emiten penghasil semen tersebut.
Harga saham INTP terpantau melonjak 4,17% atau Rp200 menjadi Rp5.000 per lembar, sedangkan SMGR menguat 2,03% atau Rp30 menjadi Rp1.510 per lembar.
Di sektor pertambangan, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus diborong investor hingga mengalami kenaikan 4,33% atau Rop225 menjadi Rp5.425 per lembar.
Penguatan IHSG juga ditopang rilis data Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufacturing Indonesia, yang membaik di level 50,2 pada Juli 2026 dari level sebelumnya 46.9 pada Juni 2026.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi masih bertahan di zona hijau dengan bergerak di kisaran level support 6.200 hingga level resistance 6.300. (Jea)


