BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia berbalik menguat pada penutupan sesi I perdagangan Jumat (14/8/2026), seiring investor merespons positif Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.
Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, sekitar pukul 12:00 waktu JATS, IHSG ditutup menguat 0,56% atau 35,42 poin ke level 6.337. Sebelumnya, IHSG dibuka melemah 0,08% atau 5,18 poin ke posisi 6.296, pada awal perdagangan hari ini.
Sepanjang 3 jam perdagangan saham berlangsung, IHSG bergerak fluktuatif, dengan menyentuh level tertinggi di 6.343, dana level terendah di 6.267.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 297 saham turun harga, 292 saham naik harga, dan 196 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan hari ini mencapai 17,902 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.042.100 kali, dan nilai transaksi sebanyak Rp6,489 triliun.
Penguatan IHSG dipicu respons positif investor terhadap Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto, yang menyasar sejumlah isu penting ekonomi.
Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan pada pukul 08.30 WIB di Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI. Selanjutnya, pada pukul 14.30 WIB, presiden akan menyampaikan keterangan pemerintah atas Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027 beserta Nota Keuangan.
Dalam pidato tersebut, Presiden Prabowo menekankan pertumbuhan ekonomi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Selain itu, investasi harus berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup.
Prabowo juga menegaskan Indonesia harus memperkuat kemandirian untuk menghadapi ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah, perang Rusia-Ukraina, dan perang dagang, yang telah mengganggu rantai pasok.
Selain itu, presiden juga menyoroti kinerja dan pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang dinilai tidak produktif bahkan tidak bertanggung jawab kepada negara.
Presiden bahkan menyampaikan gagasan pembentukan pengadilan as hoc untuk secara khusus mengusut penyimpangan BUMN, beserta pengurus dan direksi BUMN.
Pengamat pasar modal, Elandry Pratama, mengatakan penguatan IHSG didorong oleh pidato Presiden Prabowo Subianto yang memperkuat minat beli investor terhadap saham-saham di pasar modal Indonesia.
Kemarin, IHSG terkoreksi cukup dalam seiring hasil review indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang menurunkan kelas (downgrade) 11 saham Indonesia.
Selain itu, penguatan rupiah juga ditopang sentimen positif dari data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan.
PPI AS meningkat secara bulanan atau month-to-month (mtm) menjadi 0,0% pada Juli 2026 dari -0,1% pada bulan sebelumnya. Sedangkan secara tahunan atau year-on-year (yoy), PPI AS pada Juli 2026 turun menjadi 4,7% dari 5,5% pada periode sama tahun lalu.
Data PPI AS yang lebih rendah dari perkiraan mengindikasikan bahwa tekanan inflasi yang berasal dari komponen energi terus mereda, sehingga menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) berikutnya.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG berpotensi menguat terbatas, dengan bergerak di kisaran level support 6.250, dan level resistance 6.350. (Jea)


