Akhir Tahun 2026, Pemerintah Targetkan Hanya Mengoperasikan 300 BUMN  

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan milik seluruh rakyat Indonesia, sehingga pengelolaannya harus berorientasi pada produktivitas dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“BUMN adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Bukan milik direksi. Bukan milik komisaris. Bukan pula sumber dana bagi penguasa,” tegas Prabowo dalam pidato kenegaraan, Jumat (14/8/2026).

Ia mengatakan, ketika pemerintah membentuk Danantara, ditemukan sebanyak 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya. Jumlah tersebut dinilai terlalu banyak, sementara sebagian perusahaan dinilai tidak produktif dan memiliki terlalu banyak lapisan direksi serta komisaris.

“Hari ini, saya melaporkan kepada Majelis yang terhormat, kita telah tutup 290 BUMN. Pada akhir tahun ini, kita targetkan hanya memiliki paling banyak 300 BUMN,” ujar Prabowo.

Ia menargetkan lebih dari 750 BUMN akan ditutup dalam proses restrukturisasi. Pemerintah hanya akan mempertahankan BUMN yang produktif dan mampu menciptakan nilai tambah.

Kebijakan  tersebut merupakan salah satu restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Dengan perampingan jumlah BUMN, pemerintah telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun.

“Ini artinya setiap tahun Rp50 triliun tidak lagi habis untuk membiayai gaji direksi dan komisaris, dan hal-hal yang tidak produktif,” katanya.

Menurut Prabowo, penghematan tersebut akan dialihkan untuk investasi, industrialisasi, peningkatan pelayanan, serta berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Selain melakukan restrukturisasi BUMN, pemerintah juga memperkuat pengelolaan kekayaan negara. Prabowo menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan amanat UUD 1945 agar kekayaan bangsa dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengungkapkan penutupan sekitar 1.000 tambang timah ilegal di Bangka Belitung pada akhir 2025.

Dampaknya, laba bersih PT Timah Tbk pada enam bulan pertama 2026  meningkat 804,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, valuasi PT Timah disebut meningkat 280% pada Agustus 2026 dibandingkan Agustus 2025.

Peningkatan kinerja sejumlah BUMN sepanjang Semester I – 2026. Laba bersih PT Semen Indonesia naik 408,9%, PT Pupuk Indonesia 252,8%, PT Pertamina 86%, Pegadaian 84,4%, Pelindo 60,4%, dan PTPN 54,4%.

Sementara itu, Garuda Indonesia disebut telah berhasil mengaktifkan kembali pesawat-pesawat yang sebelumnya tidak beroperasi (grounded). Hingga Juni 2026, sebanyak 20 pesawat berhasil direaktivasi sehingga total pesawat yang kembali beroperasi mencapai 104 pesawat.

Prabowo mengatakan kondisi tersebut memberikan harapan bagi Garuda Indonesia untuk kembali mencatatkan keuntungan secara berkelanjutan.

“Garuda Indonesia sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung berkelanjutan. Kalau tidak terjadi perang di Timur Tengah, kita sesungguhnya sudah bisa melihat Garuda Indonesia sudah untung,” ujar Prabowo. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Prabowo Bangga Kinerja MA dan MK Usai Gaji Hakim Dinaikkan hingga 280 Persen

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap kinerja...

Tahun 2026, Dividen BUMN Diproyeksikan Tembus Rp 200 Triliun

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto menyatakan dividen Badan Usaha...

IHSG Berbalik Menguat, Investor Respons Positif Pidato Kenegaraan Prabowo

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Cek Kesehatan Gratis Jangkau 108 Juta Orang, Prabowo: Negara Harus Cegah Rakyat Sakit Berat

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran negara...