IHSG Ambruk ke Level 4.800 Imbas Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (4/11/2026), ambruk ke level 4.800 imbas dugaan penyadapan Presiden Prabowo Subianto.

Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah 0,88% atau 43,350 poin ke level 4.860. Sebelumnya pada awal perdagangan hari ini, IHSG dibuka melemah 0,97% atau 47,33 poin ke posisi 4.856.

Sepanjang sesi I perdagangan yang berakhir pukul 12:00 waktu JATS, IHSG bergerak di zona merah dengan menyentuh level tergtinggi di 4.902, dan level terendah di 4.824.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 525 saham turun harga, 116 saham naik harga, dan 73 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan hari ini mencapai 15,684 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 745.619 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp5,865 triliun.

IHSG mengalami koreksi dalam seiring mencuatnya dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto, yang menyeret sejumlah pejabat tinggi Kepolisian Republik Indonesia (Polri), termasuk mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kabar tentang penyadapan kepala negara oleh pejabat tinggi Polri dikhawatirkan semakin mengikis tingkat kepercayaan investor terhadap keamanan investasi di Indonesia.

Pasalnya, faktor politik dan hukum menjadi perhatian investor, karena menyangkut dengan risiko investasi di suatu negara, dan berpotensi membuat premi risiko Indonesia diganjar lebih mahal.

Kabar penyadapan tersebut, semakin menambah tekanan jual investor asing di BEI, yang sudah terjadi sejak 16 Oktober 2026 ketika Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengusulkan pasar modal Indonesia turun kelas dari emerging market ke standalone market.

Meski demikian, investor memanfaatkan peluang kejatuhan IHSG dengan kembali mengoleksi saham-saham potensial yang harganya makin murah.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang mengalami tekanan jual beberapa hari terakhir kembali bangkit ke zona positif.

Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, harga BBRI terpantau melonjak 1,88% atau Rp50 menjadi Rp2.710 per lembar, dan BBCA menguat 1,45% atau Rp70 menjadi Rp4.910 per lembar.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi menguat terbatas dengan bergerak di kisaran level support 4.820 hingga level resistance 4.920. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Prabowo Berhentikan Listyo Sigit dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto resmi memberhentikan Jenderal (Purn)...

Rupiah Menguat Terbatas Imbas Indeks Dolar AS Melandai

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah melemah terbatas terhadap...

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.537.000 per Gram, AS-Iran Jajaki Negosiasi Damai

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Mimpi ke Tuscany, Terwujud pada Malam Penuh Makna Bersama Andrea Bocelli di Kemayoran

BRIEF.ID – Ada sebuah keinginan yang sempat terlintas di...