BRIEF.ID – Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, menyampaikan data terbaru tentang jumlah korban dari dua gempa bumi yang menghancurkan negara itu, pada Rabu (24/6/2026) lalu.
Dikutip dari Euronews.com, Sabtu (27/6/2026) Rodríguez menyampaikan sebanyak 920 orang tewas dan 3.360 orang terluka. Sementara itu, pejabat kemanusiaan tertinggi PBB, Tom Fletcher, mengatakan kepada AFP bahwa diperkirakan ada ‘lebih dari 50.000 orang hilang.’
Laporan terbaru Kementerian Luar Negeri Spanyol mempertahankan jumlah warga negara Spanyol yang tewas dalam dua gempa bumi di Venezuela tetap empat orang, meningkatkan jumlah orang hilang menjadi 106 orang, dan mengkonfirmasi bahwa 14 orang diketahui terjebak di bawah reruntuhan.
“Mereka adalah prioritas utama bagi tim penyelamat yang dikerahkan ke Venezuela dengan pesawat Angkatan Udara,” kata sumber Kementerian Luar Negeri.
Kementerian Luar Negeri mengimbau kepada warga negara Spanyol di Venezuela untuk menghubungi layanan darurat konsuler. Di antara yang tewas adalah Isabel Jara, direktur Kantor Kepulauan Canary di Venezuela, menurut pemerintah daerah Kepulauan Canary.
Spanyol sedang mempersiapkan pemulangan warganya yang terdampak gempa bumi di Venezuela dan berupaya menemukan mereka yang tidak terdaftar di konsulat atau yang membutuhkan bantuan khusus.
Operasi ini melibatkan pesawat militer dengan personel dari UME, Dinas Pemadam Kebakaran Madrid, dan AECID, yang telah menyalurkan paket bantuan darurat awal senilai satu juta euro.
Spanyol juga mengkoordinasikan respons internasional melalui Mekanisme Perlindungan Sipil Uni Eropa dan telah menawarkan untuk mengerahkan rumah sakit lapangan Start untuk memperkuat perawatan medis di lapangan. (nov)


