BRIEF.ID – Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) memastikan bahwa sebuah kapal tanker diserang di Selat Hormuz, pada Sabtu (27/6/2026).
Nahkoda kapal menyatakan bahwa kapal dihantam sebuah proyektil ketika melintas di jalur pelayaran tersebut. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat, dan tidak terdapat kebocoran muatan maupun pencemaran lingkungan, demikian dikutip dari Associated Press.
Diberitakan bahwa otoritas maritim dan militer Barat masih menyelidiki jenis proyektil yang digunakan serta pihak yang melancarkan serangan.
Insiden itu terjadi hanya beberapa saat setelah Bahrain menyatakan telah menjadi sasaran serangan drone yang dilancarkan Iran. Pemerintah Bahrain mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatannya.
Iran, di sisi lain, menyatakan bahwa mereka menyerang target-target yang terkait dengan militer Amerika Serikat (AS) sebagai balasan atas serangan udara AS terhadap fasilitas Iran sehari sebelumnya.
Seperti diberitakan Reuters, insiden ini semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia. Meskipun sejumlah kapal tanker mulai kembali melintasi kawasan itu, volume pelayaran masih berada di bawah tingkat normal akibat tingginya risiko keamanan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan agar kebebasan navigasi di Selat Hormuz tetap dijamin dan berharap kondisi keamanan segera pulih demi menjaga stabilitas perdagangan internasional serta pasokan energi dunia. (nov)


