Prabowo Klaim 121 Kebijakan Transformatif dalam 663 Hari: Satu Kebijakan Tiap Lima Hari

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto mengklaim bahwa pemerintahannya telah menetapkan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif selama 663 hari atau sekitar 21 bulan sejak memimpin Indonesia.

Jika dihitung berdasarkan durasi tersebut, pemerintah rata-rata mengambil satu kebijakan yang disebut Prabowo sebagai kebijakan transformatif setiap sekitar lima hari.

Angka itu disampaikan Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menggunakan capaian tersebut untuk menggambarkan kecepatan pihak pemerintah dalam mengambil keputusan terhadap berbagai persoalan yang menurutnya telah berlangsung selama puluhan tahun.

“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, Pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara. Sebagian masalah-masalah itu telah berpuluh tahun tidak diselesaikan,” kata Prabowo.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian penting dari evaluasi Prabowo terhadap perjalanan pemerintahannya sejak dilantik pada Oktober 2024.

Alih-alih menyebut seluruh persoalan telah selesai, Prabowo menekankan pemerintah telah mengambil sejumlah keputusan untuk mulai menangani berbagai persoalan yang sebelumnya dianggap sulit dan berlarut-larut.

Melalui 121 kebijakan dalam 663 hari, ritme yang digambarkan Prabowo setara dengan sekitar 5,5 hari untuk setiap kebijakan. Namun, Presiden mengakui angka tersebut belum dapat dijadikan tanda bahwa seluruh pekerjaan pemerintah telah rampung.

“Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan. Belum,” ujarnya.

Pengakuan tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah, meskipun Prabowo menilai sejumlah perubahan mulai menunjukkan hasil.

Menurut Prabowo, perubahan tidak cukup hanya dengan menyusun kebijakan saja, tetapi Pemerintah juga harus memiliki keberanian untuk mengambil keputusan dan menjalankannya secara konsisten.

Prabowo menyebut keberanian mengambil keputusan, kerja keras, ketulusan, kehendak yang jelas, serta gotong royong sebagai sejumlah faktor yang memungkinkan pemerintah bergerak menangani persoalan nasional.

“Demikian bukti kesungguhan dari Pemerintah yang saya pimpin, dari kabinet yang membantu saya,” tutur Prabowo.

Presiden juga memberikan apresiasi kepada para menteri dan jajaran pemerintah yang menurutnya selama ini telah bekerja keras menjalankan kebijakan tersebut.

Dalam pidatonya, Prabowo bahkan menyinggung tingginya beban kerja yang harus dijalankan jajaran pemerintah.

Menurutnya, kesungguhan kabinet dalam menjalankan berbagai kebijakan terlihat dari kondisi sejumlah anggota kabinet yang mengalami kelelahan hingga membutuhkan perawatan medis. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Investor Asing Mulai Kembali ke Indonesia, Tae Yong Shim Ungkap Sinyal Kebangkitan Saham dan Obligasi

BRIEF.ID - Investor asing mulai kembali menempatkan dananya di...

Rupiah Menguat Seiring Tren Pelemahan Yield US Treasury dan Indeks Dolar AS

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat terhadap dolar...

IHSG Melemah Imbas Aksi Profit Taking, Lebih Dari 300 Saham Turun Harga

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rosan: Pupuk Indonesia Jajaki Investasi Pabrik Urea di Vladivostok

BRIEF.ID — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM merangkap CEO...