BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa mendukung dan menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) hingga akhir Agustus 2026. Prabowo mengungkapkan, kualitas data ekonomi sangat menentukan ketepatan pemerintah dalam menyusun kebijakan dan anggaran negara.
Angka-angka dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat bergantung pada indikator makroekonomi. Sementara itu, kualitas indikator makroekonomi sangat dipengaruhi oleh kualitas data yang dikumpulkan BPS.
“Saya mendapat laporan, sudah lebih dari 10 tahun kita belum melakukan re-basing atau pembaharuan cara kita menghitung berapa sebenarnya aktivitas ekonomi yang terjadi di negara kita,” kata Presiden dalam pidatonya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo menilai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 memiliki arti strategis. Sensus melibatkan sekitar 251.000 petugas yang bekerja di berbagai desa di seluruh Indonesia.
Seluruh anggota DPR, masyarakat, dan pelaku usaha, katanya, berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi secara jujur kepada petugas sensus.
“Saya minta agar Saudara-saudara tidak hanya mengisi formulir sensus dengan sejujur-jujurnya, tapi juga mengajak semua orang untuk ikut mengisi dengan sejujur-jujurnya,” ujarnya.
Prabowo menegaskan, data yang dikumpulkan BPS melalui Sensus Ekonomi 2026 tidak akan digunakan pemerintah untuk mengejar atau menilai kekayaan maupun pendapatan pribadi masyarakat.
Data tersebut diperlukan, lanjutnya, agar pemerintah dapat menyusun kebijakan dan anggaran secara lebih akurat berdasarkan kondisi ekonomi Indonesia yang sebenarnya.
Sebagai gambaran, Prabowo menyebut dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 pemerintah mengasumsikan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai Rp27.987 triliun.
Dengan asumsi pembiayaan sebesar Rp671,2 triliun, defisit APBN diperkirakan mencapai 2,40% terhadap PDB.
Apabila hasil pembaruan data menunjukkan bahwa ukuran ekonomi Indonesia sebenarnya lebih besar, maka rasio defisit terhadap PDB akan menjadi lebih kecil.
“Jika ternyata PDB kita lebih besar, yang banyak lembaga internasional mengatakan seperti itu, maka defisit kita akan jauh lebih kecil,” kata Presiden.
Selain memperbarui penghitungan aktivitas ekonomi nasional, hasil Sensus Ekonomi 2026 juga akan dimanfaatkan untuk memperbarui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Presiden menegaskan, keberhasilan sensus menjadi bagian penting dalam memperkuat basis data nasional sehingga pemerintah dapat menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Karena itu, sensus ekonomi ini sangat penting,” tegas Presiden. (nov)


