BRIEF.ID – Perjalanan impian Timnas Cape Verde di arena Piala Dunia 2026 berlanjut. Negara kepulauan kecil di Afrika Barat itu resmi mencetak sejarah sebagai negara dengan populasi 500 ribu jiwa yang pernah lolos ke babak gugur Piala Dunia.
Keberhasilan Cape Verde dipastikan setelah bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi, sementara Spanyol mengalahkan Uruguay 1-0 pada laga terakhir Grup H.
Sepanjang fase grup, Timnas yang dijuluki The Blue Sharks itu tampil tanpa rasa gentar dengan hasil imbang 0-0 melawan Spanyol; imbang 2-2 melawan Uruguay, dan imbang 0-0 melawan Arab Saudi.
Seorang perempuan yang wajahnya dilukis bendera Cape Verde, memegang papan bertuliskan: “Pulau-Pulau Kecil, Mimpi Besar.”
“Sebuah mimpi yang telah diwujudkan oleh para underdog ini saat mereka melanjutkan perjalanan gemilang mereka di panggung dunia,” demikian dikutip dari Associated Press, Sabtu (27/6/2026).
Dukungan Pemain Diaspora
Keberhasilan ini bukan sekadar kisah “tim kejutan.” Selama lebih dari satu dekade, Cape Verde terus berkembang berkat banyak pemain diaspora yang berkarier di liga-liga Eropa, sehingga kualitas tim nasional mereka meningkat secara konsisten.
Ada beberapa alasan mengapa pencapaian ini sangat membanggakan. Untuk pertama kalinya, Cape Verde berhasil melampaui fase grup Piala Dunia dan menjadi negara dengan populasi terkecil yang menembus babak gugur.
Prestasi ini langsung mengangkat nama Cape Verde di mata dunia dan menjadi inspirasi bagi negara-negara kecil.
Keberhasilan Cape Verde menunjukkan bahwa melalui pembinaan yang baik, disiplin, dan kerja keras, negara kecil pun mampu bersaing dengan kekuatan-kekuatan sepak bola dunia seperti Spanyol, Uruguay, dan Argentina.
Banyak pemain Cape Verde lahir atau dibesarkan di Eropa, namun memilih membela tanah leluhur. Keputusan itu memperlihatkan kecintaan pada identitas nasional dan memperkuat hubungan antara diaspora dengan negara asal.
Keberhasilan menembus babak 32 tim nasional telah menyatukan masyarakat Cape Verde, baik yang tinggal di kepulauan maupun di luar negeri. Disebut-sebut bahwa sepak bola telah menjadi simbol persatuan dan kebanggaan nasional.
Sebelumnya, Cape Verde lebih dikenal sebagai destinasi wisata kepulauan di Afrika. Kini, negara itu juga dikenal sebagai kekuatan baru sepak bola Afrika yang mampu bersaing di level dunia.
Di babak 32 besar, Cape Verde akan menghadapi juara bertahan Argentina. Pertandingan melawan Argentina diprediksi menjadi duel David versus Goliath, namun perjalanan Cape Verde sejauh ini telah membuktikan bahwa mereka mampu memberi kejutan kepada tim-tim besar. (nov)


