BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah melemah ke level Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS) imbas ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz seiring meredupnya kesepakatan perdamaian AS-Iran.
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), kurs rupiah hari ini, Selasa (11/8/2026), dibuka melemah 0,23% atau 40 poin menjadi Rp17.795 per dolar AS dibandingkan level sebelumnya di level Rp17.755 per dolar AS.
Pelemahan rupiah Jisdor terus berlanjut, seiring kabar ancaman Iran untuk tidak membuka Selat Hormuz sampai AS memenuhi seluruh tuntutan negara itu.
Hingga pukul 11:30 WIB, rupiah jisdor terpantau berada di level Rp17.815 per dolar AS, melemah 0,33% atau 60 poin dari level Rp17.755 pada penutupan perdagangan Senin (10/8/2026).
Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,23% ke level Rp17.803 per dolar AS, dan terus tertekan ke level Rp18.820 per dolar AS.
Pelemahan rupiah dipicu ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas (migas) dunia. Hal itu, kembali menimbulkan kekhawatiran terkait pasokan minyak dan krisis energi global.
Kondisi tersebut, memicu kenaikan harga minyak dunia pada perdagangan hari ini. Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran US$82 per barel, sedangkan jenis Brent mendekati level US$88 per barel.
Kenaikan harga minyak dunia membuat rupiah yang menguat dan meninggalkan level Rp18.000 sejak pekan lalu, kembali tertekan ke zona merah pada perdagangan hari ini.
Meski demikian, pergerakan rupiah masih ditopang sentimen positif dari dalam negeri, seiring indeks keyakinan konsumen (IKK) yang masih optimistis di level 116,8.
Selain itu, nama Destry Damayanti yang diajukan sebagai calon tunggal Gubernur BI, juga mendapat respons positif pelaku pasar, karena dinilai menjadi sosok yang kredibel dalam meramu kebijakan moneter untuk menjaga ketahanan ekonomi Indonesia.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak melemah terbatas di kisaran level Rp17.750 per dolar AS hingga Rp17.850 per dolar AS. (Jea)


