Pasar Saham Asia Bergerak Variatif, Bursa Korea Menguat dan Tiongkok Melemah

BRIEF.ID – Pasar saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Bursa Korea Selatan memimpin penguatan, sementara saham-saham Tiongkok  melemah. Investor mencermati risiko inflasi, kenaikan harga minyak, serta ketidakpastian prospek suku bunga Amerika Serikat (AS).

Indeks MSCI AC Asia Pacific relatif tidak banyak berubah setelah bergerak fluktuatif. Sementara itu, kontrak berjangka (futures) Nasdaq 100 naik 0,3% dan futures S&P 500 menguat 0,1%.

Pergerakan pasar terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait perkembangan Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump menolak tuntutan Iran terkait kompensasi sebagai bagian dari potensi kesepakatan damai.

Sikap itu kembali meredupkan harapan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat yang dapat membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut secara penuh.

Ketidakpastian mengenai Selat Hormuz menjadi perhatian investor karena gangguan terhadap jalur pelayaran tersebut berpotensi memengaruhi pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga minyak. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara.

Data CPI AS

Fokus pasar selanjutnya tertuju pada laporan Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS yang akan dirilis Rabu (12/8/2026).

Inflasi utama AS diperkirakan meningkat 0,1% secara bulanan (MoM) pada Juli 2026, setelah mencatat penurunan 0,4% pada Juni 2026.

Investor akan mencermati realisasi CPI untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi meningkatkan kekhawatiran bahwa The Fed perlu mempertahankan suku bunga pada level tinggi untuk periode yang lebih lama.

Sebaliknya, data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dan memberikan katalis positif bagi pasar saham.

Selain CPI AS, pelaku pasar juga mencermati keputusan kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA) yang menjadi salah satu agenda penting pasar Asia pada perdagangan hari ini.

Pergerakan bursa Asia selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak, data inflasi AS, serta keputusan bank sentral utama yang akan menentukan arah ekspektasi suku bunga global. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Nyaris Terhempas dari Level 6.300

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Harga Minyak Stabil, Harapan Pembukaan Selat Hormuz Memudar

BRIEF.ID – Harga minyak dunia bergerak stabil pada perdagangan...

Kuartal II-2026, Ekonomi Singapura Tumbuh 5,9%  

BRIEF.ID – Ekonomi Singapura tumbuh lebih cepat dari perkiraan...

Rupiah Melemah ke Level Rp17.800 Imbas Ketidakpastian Pembukaan Selat Hormuz

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah melemah ke level...