Kuartal II-2026, Ekonomi Singapura Tumbuh 5,9%  

BRIEF.ID – Ekonomi Singapura tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada Kuartal II – 2026, didorong kuatnya permintaan global atas produk terkait kecerdasan buatan (AI) yang menopang sektor manufaktur dan perdagangan.

Produk Domestik Bruto (PDB) Singapura tumbuh 5,9% secara tahunan (YoY) pada periode April-Juni 2026. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan 6,3% pada Kuartal I, namun masih lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 5,7%.

Berdasarkan perbandingan kuartal-ke-kuartal (Q-to-Q) yang disesuaikan secara musiman, ekonomi Singapura tumbuh 1,4% pada kuartal II, meningkat dari 1,2% pada kuartal sebelumnya. Data tersebut disampaikan Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura, Selasa (11/8/2026).

Secara kumulatif, ekonomi Singapura tumbuh 6,1% pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, sektor manufaktur menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Singapura. Sektor tersebut tumbuh 12,5% pada Kuartal II, terutama didukung industri elektronik dan rekayasa presisi seiring meningkatnya permintaan global terhadap produk yang berkaitan dengan AI.

Sektor perdagangan grosir tumbuh 8,3%. Sektor keuangan dan asuransi juga mencatat pertumbuhan kuat sebesar 6,2%, ditopang pertumbuhan kredit serta peningkatan aktivitas yang menghasilkan pendapatan berbasis biaya (fee-based income).

Kinerja ekonomi yang lebih kuat pada semester pertama mendorong pemerintah Singapura menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 secara signifikan. (nov)

MTI kini memperkirakan ekonomi Singapura tumbuh 4,5%-5,5% pada 2026, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 2%-4%.

Pemerintah menyebut peningkatan proyeksi tersebut didasarkan pada kinerja ekonomi semester I yang lebih baik dari perkiraan serta membaiknya prospek belanja modal global yang berkaitan dengan AI.

Di pasar valuta asing, dolar Singapura bergerak relatif stabil terhadap dolar AS. Pasangan mata uang USD/SGD belum menunjukkan perubahan signifikan setelah data pertumbuhan ekonomi tersebut dirilis.

Kinerja ekonomi Singapura menjadi perhatian pasar regional karena negara tersebut merupakan salah satu pusat perdagangan dan keuangan utama Asia. Penguatan sektor manufaktur dan perdagangan yang didorong siklus AI juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap rantai pasok dan aktivitas perdagangan di kawasan Asia. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Balik Arah ke Zona Merah, Nyaris Terhempas dari Level 6.300

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Harga Minyak Stabil, Harapan Pembukaan Selat Hormuz Memudar

BRIEF.ID – Harga minyak dunia bergerak stabil pada perdagangan...

Pasar Saham Asia Bergerak Variatif, Bursa Korea Menguat dan Tiongkok Melemah

BRIEF.ID – Pasar saham Asia bergerak variatif pada perdagangan...

Rupiah Melemah ke Level Rp17.800 Imbas Ketidakpastian Pembukaan Selat Hormuz

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah melemah ke level...