BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) berbalik arah ke zona merah, bahkan nyaris terhempas dari level 6.300 pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, Selasa (11/8/2026).
Data perdagangan BEI menunjukkan IHSG terkoreksi 0,87% atau 55,46 poin ke level 6.309 pada penutupan sesi I perdagangan saham hari ini. Sebelumnya IHSG dibuka menguat 0,29% atau 18,44 poin ke posisi 6.383, pada awal sesi I perdagangan saham hari ini.
Sepanjang 3 jam perdagangan saham berlangsung, hingga ditutup pada pukul 12:00 WIB, IHSG lebih banyak bergerak di zona merah dengan meyentuh level tertinggi di 6.388, dan level terendah di 6.291.
Hingga penutupan sesi I perdagangan, terpantau 466 saham turun harga, 160 saham naik harga, dan 162 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan tercatat mencapai 20,912 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.229.198 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp7,844 triliun.
Pelemahan IHSG dipengaruhi sentimen negatif dari luar negeri, seiring kekhawatiran investor yang meningkat terkait ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.
Perundingan damai AS dan Iran yang berlangsung sejak pekan lalu tak kunjung mencapai kesepakatan. Bahkan kabar terbaru menyebut pejabat Iran mengancam tidak akan membuka Selat Hormuz jika AS tidak memenuhi tuntutan Iran.
Hal itu, kembali memicu kekhawatiran terkait pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah, dan krisis energi global, sehingga harga minyak dunia kembali melonjak.
Pada sesi pagi perdagangan hari ini, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$82 per barel, sedangkan jenis Brent mendekati level US$88 per barel.
Kenaikan harga minyak menimbulkan tekanan terhadap rupiah, yang kembali melemah hingga menyentuh level psikologis Rp17.800 per dolar AS pada sesi I perdagangan saham hari ini.
Alhasil saham-saham sektor keuangan ikut tertekan ke zona merah, termasuk saham 4 bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Pada akhir sesi I perdagangan saham hari ini, harga saham BBCA terpangkas 1,96% atau Rp125 menjadi Rp6.250 per lembar, BMRI terkoreksi 0,72% atau Rp30 menjadi Rp4.150 per lembar, BBNI melemah 1,92% atau Rp70 menjadi Rp3.580 per lembar, dan BBRI turun 0,32% atau Rp10 menjadi Rp3.080 per lembar.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergeak vartiatif dengan kecenderungan melemah terbatas di kisaran level support 6.250 hingga level resistance 6.400. (Jea)


