Jadi Gubernur BI, Destry Damayanti Tunggu Proses di DPR  

JAKARTA — Destry Damayanti kini menunggu proses di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia setelah Presiden Prabowo Subianto mengajukannya sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI).

Prabowo telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR yang berisi usulan nama Destry untuk menduduki posisi Gubernur BI secara definitif. Pengajuan itu menjadi tahap awal sebelum DPR menjalankan proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

Destry saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan menjalankan tugas sebagai pejabat sementara Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI.

Dengan pengalaman panjang di Bank Indonesia dan sektor keuangan, pencalonan Destry dinilai memberikan kesinambungan terhadap arah kebijakan bank sentral. Sejumlah pejabat pemerintah dan kalangan terkait sektor keuangan juga menyambut positif pencalonannya.

Setelah menerima Surpres yang dikirim Prabowo, DPR akan memproses pencalonan Destry sesuai mekanisme yang berlaku. Tahapan penting berikutnya adalah uji kelayakan dan kepatutan sebelum DPR memberikan persetujuan terhadap calon Gubernur BI.

Proses di DPR menjadi perhatian pelaku pasar karena kepemimpinan Bank Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas rupiah, inflasi, suku bunga, serta kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.

Ekonom juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi Bank Indonesia apabila Destry nantinya resmi memimpin bank sentral.

Perempuan Pertama

Apabila mendapat persetujuan DPR dan kemudian ditetapkan secara resmi, Destry Damayanti berpotensi mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat Gubernur Bank Indonesia.

Namun, untuk saat ini Destry masih berstatus calon tunggal Gubernur BI. Keputusan akhir berada pada proses politik di DPR sebelum pengangkatannya dapat ditetapkan secara definitif.

Pasar pun mencermati proses tersebut karena kepastian kepemimpinan BI dinilai penting bagi keberlanjutan kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi Indonesia. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

PLN EPI Bidik 60,6 Juta Ton Biomassa, Kembangkan Bioenergi hingga Biohidrogen dan Biofuel

BRIEF.ID - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI)...

Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut, Greenpeace Soroti Evaluasi BRGM dan Ancaman Karhutla

BRIEF.ID - NGO Greenpeace Indonesia akhirnya angkat bicara terkait...

DBS Foundation dan Mercy Corps Raih Apresiasi Program UMKM Perempuan di Surabaya

BRIEF.ID - Yayasan Mercy Corps Indonesia dan DBS Foundation...

Wagub Rano Temukan Persoalan Ketersediaan Air Bersih di Pulau Untung Jawa

BRIEF.ID - Persoalan ketersediaan air bersih masih menjadi pekerjaan...