Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Kolombia, Korban Tewas 164 Orang

BOGOTA — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026), menyebabkan kerusakan besar dan menewaskan sedikitnya 164 orang. Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah karena tim penyelamat terus melakukan pencarian di sejumlah bangunan yang runtuh.

Gempa ini menjadi salah satu gempa terkuat yang melanda Kolombia dalam beberapa dekade terakhir. Guncangan kuat dirasakan di sejumlah kota, termasuk Cali, Pereira, Manizales, Quibdó dan Armenia.

Di Cali, sedikitnya 85 orang dilaporkan meninggal dunia. Sebagian fasilitas rumah sakit juga mengalami kerusakan sehingga sejumlah pasien terpaksa dirawat di luar gedung. Sementara itu, di Pereira tercatat 66 korban meninggal dan terjadi kerusakan berat pada sejumlah bangunan. Wilayah Chocó yang berada paling dekat dengan pusat gempa juga melaporkan korban jiwa.

Gempa menyebabkan sejumlah bangunan runtuh, termasuk bagian dari sebuah katedral bersejarah. Tim SAR yang terdiri atas polisi, tentara, relawan dan petugas penyelamat masih menyisir reruntuhan untuk mencari korban yang kemungkinan masih terjebak. Laporan dari lokasi menyebutkan masih ada orang dan hewan yang belum berhasil dievakuasi.

Pemerintah Kolombia telah meningkatkan operasi tanggap darurat dan mengerahkan sekitar 1.000 personel keamanan ke Cali setelah muncul laporan penjarahan. Jam malam juga diberlakukan di Cali dan Pereira untuk menjaga keamanan masyarakat di tengah situasi darurat.

Sebelumnya, laporan awal menyebut jumlah korban tewas mencapai 132 orang dengan lebih dari 570 orang terluka. Namun, angka tersebut terus diperbarui seiring berlangsungnya proses pencarian dan pendataan korban.

Pemerintah dan tim penyelamat kini memprioritaskan pencarian korban yang masih tertimbun, evakuasi warga, penanganan korban luka, serta pemulihan fasilitas umum yang mengalami kerusakan.

Gempa ini menjadi tragedi besar bagi Kolombia, dengan wilayah perkotaan dan kawasan pedesaan sama-sama menghadapi dampak kerusakan. Operasi penyelamatan masih berlangsung dan jumlah korban masih berpotensi meningkat. (Reuters/AP/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

PLN EPI Bidik 60,6 Juta Ton Biomassa, Kembangkan Bioenergi hingga Biohidrogen dan Biofuel

BRIEF.ID - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI)...

Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut, Greenpeace Soroti Evaluasi BRGM dan Ancaman Karhutla

BRIEF.ID - NGO Greenpeace Indonesia akhirnya angkat bicara terkait...

DBS Foundation dan Mercy Corps Raih Apresiasi Program UMKM Perempuan di Surabaya

BRIEF.ID - Yayasan Mercy Corps Indonesia dan DBS Foundation...

Wagub Rano Temukan Persoalan Ketersediaan Air Bersih di Pulau Untung Jawa

BRIEF.ID - Persoalan ketersediaan air bersih masih menjadi pekerjaan...