BRIEF.ID – Rencana FIFA menjual sebagian aset bisnis yang terkait penyelenggaraan Piala Dunia kepada investor swasta dilaporkan batal. Keputusan itu diambil setelah muncul penolakan dari sejumlah pejabat sepak bola dunia dan perbedaan pandangan di tingkat pimpinan organisasi.
Laporan New York Post yang terbit pada Jumat (31/7/2026), menyebutkan bahwa skema investasi tersebut tidak lagi dilanjutkan setelah mendapat penolakan terbuka dari berbagai pemangku kepentingan di dunia sepak bola dan memicu keretakan di kalangan eksekutif senior FIFA.
Berdasarkan rencana itu, FIFA disebut berupaya menghimpun dana hingga US$ 4,2 miliar dengan melepas sekitar 20% kepemilikan pada unit bisnis baru yang mengelola aset-aset komersial terkait Piala Dunia. Skema itu menghitung nilai perusahaan baru mencapai sekitar US$20 miliar.
Laporan New York Post mengutip empat sumber yang mengetahui langsung pembahasan dan menyebut bahwa proses transaksi kini tidak lagi berjalan.
Hingga saat ini, belum dapat memverifikasi secara independen laporan yang diterbitkan oleh New York Post. FIFA juga belum memberikan pernyataan resmi terkait status rencana investasi dimaksud.
Apabila benar dibatalkan, langkah ini akan menjadi perubahan besar dalam strategi komersial FIFA. Sebelumnya, organisasi sepak bola dunia itu berupaya menarik investor eksternal untuk memperluas sumber pendanaan dan meningkatkan nilai komersial aset-aset Piala Dunia.
Perkembangan lebih lanjut masih bergantung pada pernyataan resmi FIFA maupun konfirmasi dari pihak-pihak yang terlibat dalam pembahasan rencana investasi tersebut. (Investing.com/nov)


