Departemen Perdagangan AS Hapus Detail Perjanjian dengan Google, xAI, dan Microsoft

BRIEF.ID –  Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) menghapus dari laman resminya  detail perjanjian dengan Google, xAI, dan Microsoft untuk menguji model kecerdasan buatan  terkait kerentanan keamanan.

Tautan yang sebelumnya mengarah ke pengumuman departemen tersebut tentang pengujian itu kini tidak lagi tersedia, demikian dilaporkan  Reuters.

Disebutkan, hingga Senin (11/5/2026) sore waktu Washington, Amerika Serikat tautan itu menampilkan pesan, “Maaf, kami tidak dapat menemukan halaman tersebut.” Tautan itu kemudian dialihkan ke situs web Center for AI Standards and Innovation, organisasi pemerintah yang bertanggung jawab atas pengujian tersebut.

Departemen Perdagangan mengumumkan pada Selasa (12/5/2026),  perusahaan-perusahaan tersebut akan menyerahkan model AI baru  sebelum diluncurkan ke publik, sehingga memungkinkan ilmuwan pemerintah untuk mengujinya guna mencari celah keamanan.

Kekhawatiran terus meningkat di kalangan pemerintah AS atas risiko keamanan nasional yang ditimbulkan oleh sistem AI yang sangat canggih, termasuk Mythos milik Anthropic. Dengan mengamankan akses awal ke model-model canggih, para pejabat AS menyatakan bahwa mereka bertujuan untuk mengidentifikasi ancaman mulai dari serangan siber hingga penyalahgunaan militer.

Belum jelas mengapa halaman web itu dihapus.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

PLN EPI Bidik 60,6 Juta Ton Biomassa, Kembangkan Bioenergi hingga Biohidrogen dan Biofuel

BRIEF.ID - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI)...

Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut, Greenpeace Soroti Evaluasi BRGM dan Ancaman Karhutla

BRIEF.ID - NGO Greenpeace Indonesia akhirnya angkat bicara terkait...

DBS Foundation dan Mercy Corps Raih Apresiasi Program UMKM Perempuan di Surabaya

BRIEF.ID - Yayasan Mercy Corps Indonesia dan DBS Foundation...

Wagub Rano Temukan Persoalan Ketersediaan Air Bersih di Pulau Untung Jawa

BRIEF.ID - Persoalan ketersediaan air bersih masih menjadi pekerjaan...