Bursa Asia Kompak Menguat, IHSG Melemah

BRIEF.ID – Bursa Asia, pada penutupan perdagangan Rabu (16/4/2026) kompak menguat seiring bakal terpenuhinya harapan tercapai gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.  Di sisi lain para investor  juga terus mencermati data indikator ekonomi serta kinerja emiten untuk Kuartal I – 2026.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 0,03% ke level 7.621, dengan nilai transaksi Rp17,61 triliun.

Saham-saham top gainers LQ45, di antaranya EMTK, SMGR, ANTM, SCMA, INDF, TOWR, dan NCKL. Sedangkan, saham-saham top losers LQ45 yaitu, BRPT, AKRA, ITMG, DSSA, CTRA, BREN, dan UNVR.

Berdasarkan laporan  D’ORIGIN INTERACTIVE NEWS,  sektor kesehatan naik  2,37% ditopang saham SILO yang menguat +0,79% dan MERK +0,55%. Sektor infrastruktur paling terpuruk, drop -0,60%. Saham sektor ini yang melorot CASS -1,60%, EXCL -0,94%. 

Bursa Asia

Indeks MSCI saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik 1,2%, menempatkan indeks acuan itu di jalur  kenaikan selama tiga hari  berturut-turut.

“Saat memasuki puncak musim pendapatan, fokus bergeser kembali ke fundamental, dengan lingkungan yang lebih unik dan didorong oleh saham mulai berlaku,” kata Scott Rubner, kepala strategi ekuitas dan derivatif ekuitas di Citadel Securities di New York, Amerika Serikat.

Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), perusahaan bergerak di sektor AI, membukukan lonjakan laba kuartalan sebesar 58% pada hari Kamis (16/4/202). Kinerja TSMC menepis kekhawatiran terkait kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah karena permintaan akan chip canggihnya melonjak.

“Secara keseluruhan, kami tetap optimis” terhadap saham-saham pasar negara berkembang karena “pertumbuhan laba yang mendasarinya kemungkinan akan kuat,” tulis analis dari Goldman Sachs dalam sebuah laporan riset.

Ekonomi Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengalami percepatan pada kuartal pertama, yang didukung  pertumbuhan ekspor yang kuat. Nilai ekspor ini mengimbangi domestic demand yang lesu.

Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok tumbuh 5% dalam tiga bulan hingga Maret 2026, data dari Biro Statistik Nasional menunjukkan pada hari Kamis, meningkat dari 4,5% pada kuartal sebelumnya dan melampaui perkiraan ekonom sebesar 4,8% dalam jajak pendapat Reuters.

“Awal tahun yang solid berkat kinerja ekspor yang kuat menunjukkan dampak langsung konflik Timur Tengah masih terkendali untuk saat ini,” kata Junyu Tan, ekonom regional untuk Asia Utara di Coface di Hong Kong.

Namun, kata dia,  prospek tidak sepenuhnya cerah meskipun Tiongkok relatif tangguh di tengah gangguan rantai pasokan energi.

“Mesin ekspor masih dapat dibatasi oleh permintaan global yang lebih lemah jika konflik berlanjut,” kata dia

Indeks Saham Asia menunjukkan bahwa Nikkei225 (Jepang) naik  2,38% ke level 59.518; Topix (Jepang) +1,17% ke 3.814; Indeks Shanghai (Tiongkok) +0,70% ke 4.055; Indeks Shenzhen Component (Tiongkok) +2,05% ke 14.796; CSI 300 (Tiongkok) +1,10% ke 4.736; Hang Seng (Hong Kong) menguat 1,72% ke 26.394; Indeks Kospi (Korsel) +2,21% ke 6.226; Taiex (Taiwan) +1,12% ke 37.132, dan S&P/ASX200 (Australia) -0,26% ke 8.955.

Nilai tukar mata uang Asia terhadap Dolar AS, Yen turun 0,03% menjadi 159,04 per Dolar AS; SGD melemah 0,02% menjadi 1,2716 per Dolar AS; AUD naik 0,01% ke posisi 0,7171 per Dolar AS; Rupiah menguat 0,03% menjadi 17.138 per Dolar AS; Rupee menguat 0,07% ke 93,3138 per Dolar AS; Yuan melemah  0,01% ke 6,8193 per Dolar AS; Ringgit naik 0,02% ke 3,9567 per Dolar AS; dan Baht up 0,16% ke 31,9910 per Dolar AS.

Bursa Eropa

Bursa  saham Eropa naik tipis pada perdagangan, pada Kamis (16/4/2026), mengikuti tren kenaikan pasar Asia. Investor menilai data Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris yang kuat dan menunggu data inflasi Zona Euro periode  Maret 2026.

Pasar juga terus memantau dengan cermat perkembangan negosiasi perdamaian antara AS dan Iran. Tak lama setelah bel pembukaan, indeks acuan bursa Eropa, Stoxx 600 terlihat naik 0,25%, dengan sektor-sektornya menunjukkan gambaran yang beragam.

Saham-saham pertambangan dan teknologi memimpin kenaikan. Sementara saham-saham telekomunikasi tertinggal. Indeks FTSE 100 Inggris dan CAC 40 Prancis naik masing-masing 0,2%. Sedangkan Indeks DAX Jerman naik 0,13% dan Indeks FTSE MIB Italia naik 0,5%.

Ekonomi Inggris naik 0,5% di periode Februari melampaui ekspektasi, dibandingkan dengan perkiraan hanya 0,1%, menurut data resmi yang diterbitkan pada hari Kamis.  

Harga Minyak

Berdasarkan laporan, harga minyak melandai pada perdagangan,  Kamis (16/4/2026) petang seiring skeptisisme bahwa pembicaraan damai antara AS dan Iran akan mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Konflik bersenjata  telah menghambat produksi minyak dari kawasan penghasil minyak utama di Timur Tengah.

Harga minyak mentah Brent turun 26 sen menjadi $94,67 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 14 sen menjadi $91,43 per barel.

Kalangan analis dari ING memperkirakan bahwa sekitar 13 juta barel minyak per hari telah terganggu oleh penutupan selat Hormuz. Angka estimasi ini setelah memperhitungkan pengalihan jalur pipa dan arus kapal tanker yang telah melewati jalur tersebut.

Dengan adanya blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang diumumkan setelah runtuhnya perundingan perdamaian pada akhir pekan lalu, gangguan tersebut berpotensi meningkat. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Optimisme Kesepakatan AS-Iran, Indeks Wall Street Menguat

BRIEF.ID – Indeks di Wall Street New York, Amerika...

Belum Ada Isu Menarik, IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...

Prabowo – Dasco Bahas Isu Ekonomi dan Politik di Istana Merdeka

BRIEF.ID –  Presiden Prabowo Subianto membahas sejumlah isu strategis...

Prabowo Perintahkan Bahlil Bersihkan Pertambangan di Kawasan Hutan

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Energi dan...