BMKG Peringatkan Ancaman Kekeringan dan Karhutla

BRIEF.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi terjadinya peningkatan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia seiring menguatnya fenomena El Nino dan semakin dominannya musim kemarau.

Berdasarkan prakiraan cuaca periode 4–10 Agustus 2026, BMKG menyebut hari tanpa hujan (HTH) terus bertambah panjang di berbagai daerah. Hasil pemantauan Dasarian III Juli 2026 menunjukkan sebanyak 1.657 titik pengamatan mengalami HTH sangat panjang selama 31–60 hari, sementara 306 titik lainnya mengalami HTH ekstrem panjang atau lebih dari 60 hari.

Wilayah yang mengalami kondisi kering sangat panjang hingga ekstrem meliputi sebagian Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Maluku Utara, dan sebagian Sulawesi. HTH terpanjang tercatat mencapai 90 hari di Pos Hujan BPP Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

BMKG menyatakan dampak musim kemarau mulai terlihat dengan munculnya sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat, Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Pemantauan satelit juga mendeteksi sebaran asap di beberapa wilayah Kalimantan sebagai indikasi meningkatnya aktivitas karhutla.

Sebelumnya, BMKG menyampaikan Indonesia telah memasuki fase El Nino kuat. Berdasarkan pemantauan pada 29 Juli 2026, terdeteksi 1.729 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang dan 117 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi tersebut meningkatkan risiko berkurangnya ketersediaan air, meluasnya kekeringan, serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.

BMKG mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air, tidak melakukan pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan gambut dan lahan yang mudah terbakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api serta terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.

Meski musim kemarau semakin dominan, BMKG mengingatkan bahwa hujan ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal di sejumlah wilayah. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Partai Politik Masih Ragu Memakzulkan Gibran, Benarkah?

BRIEF.ID – Wacana pemakzulan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming...

Presiden Menjadi Saksi di Pengadilan

BRIEF.ID – Presiden ke-7 Republik Indonesia (RI) Joko Widodo...

Karangan Bunga Simbol Dukungan Publik Kepada Polri

BRIEF.ID – Deretan panjang karangan bunga yang dikirim  masyarakat...

Upaya Makar Listyo Sigit Prabowo, Ancam Keselamatan Negara

BRIEF.ID – Dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto...