Yen Sentuh Titik Terendah dalam 40 Tahun

BRIEF.ID – Pemerintah Jepang kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap pelemahan yen yang telah menyentuh level terendah dalam hampir empat dekade terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi itu mendorong otoritas Tokyo menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah tegas di pasar valuta asing apabila pergerakan yen dinilai berlebihan dan dipicu aksi spekulatif.

“Jika diperlukan, kami akan mengambil tindakan tegas kapan saja.” Pernyataan ini merupakan sinyal paling kuat dari pemerintah Jepang bahwa mereka siap melakukan intervensi di pasar valuta asing jika pergerakan yen dinilai berlebihan atau didorong oleh spekulasi,” kata Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama dikutip dari Reuters, Rabu (22/7/2026).

Ia menegaskan bahwa pemerintah terus memantau pasar valuta asing dengan kewaspadaan tinggi.

Katayama juga mengatakan pemerintah Jepang terus berkoordinasi dengan otoritas Amerika Serikat mengenai perkembangan pasar valuta asing dan tetap menghormati prinsip bahwa nilai tukar pada dasarnya ditentukan oleh mekanisme pasar, namun intervensi dapat dilakukan untuk mengatasi volatilitas yang berlebihan.

“Posisi pemerintah tidak berubah. Kami akan merespons pergerakan mata uang secara tepat setiap saat bila diperlukan,” ujar dia.

Pelemahan yen dipengaruhi oleh perbedaan kebijakan moneter antara Bank of Japan (BOJ) dan Federal Reserve Amerika Serikat. Suku bunga Jepang yang masih relatif rendah dibandingkan AS membuat investor lebih memilih aset berdenominasi dolar, sehingga menekan nilai tukar yen.

Posisi  yen yang lemah memberikan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan eksportir karena meningkatkan daya saing produk Jepang di pasar internasional dan mendorong kenaikan nilai ekspor.

Di sisi lain, depresiasi mata uang tersebut memperbesar biaya impor, terutama untuk energi, bahan baku, dan pangan, sehingga meningkatkan tekanan inflasi dan beban rumah tangga serta dunia usaha.

Para pelaku pasar kini menantikan langkah lanjutan pemerintah Jepang dan Bank of Japan. Jika pelemahan yen terus berlanjut hingga dianggap tidak mencerminkan fundamental ekonomi, intervensi di pasar valuta asing menjadi salah satu opsi yang dapat ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan memulihkan kepercayaan pasar. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Melesat ke Level 5.300 Imbas BI-Rate Ditahan di Kisaran 5,75%

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Bakom Klaim Pemerintah Prabowo Pro-Buruh, Upah Naik 6,5 Persen dan Potongan Ojol 8 Persen

BRIEF.ID – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan mengklaim...

Pemerintah Bekukan Izin 6 Perusahaan Terkait Karhutla, 7.531 Hektare Lahan Terbakar

BRIEF.ID - Kementerian Kehutanan membekukan izin enam perusahaan yang...

Transportasi Jakarta Masuk 15 Besar Dunia, DPRD Desak Kapasitas LRT Ditambah

BRIEF.ID – Peningkatan peringkat transportasi publik Jakarta ke posisi...