Investor Asing Mulai Kembali ke Indonesia, Tae Yong Shim Ungkap Sinyal Kebangkitan Saham dan Obligasi

BRIEF.ID – Investor asing mulai kembali menempatkan dananya di pasar keuangan Indonesia setelah periode tekanan yang cukup panjang. Perubahan arus modal itu dapat dilihat baik pada surat berharga negara maupun pasar saham domestik.

Managing Director Samuel Sekuritas Indonesia, Tae Yong Shim mengaku telah melihat sejak Juni 2026 di mana investor asing mulai meningkatkan pembelian terhadap obligasi pemerintah dan saham Indonesia. Perubahan tersebut dinilai bisa menjadi sinyal penting di tengah dinamika pasar global yang masih dibayangi ketidakpastian.

Dalam paparannya, Shim menunjukkan kepemilikan asing terhadap obligasi pemerintah Indonesia mulai mengalami peningkatan. Posisi outstanding obligasi pemerintah yang dimiliki investor asing juga bergerak naik dalam beberapa bulan terakhir.

Data Bloomberg dan Samuel Sekuritas Indonesia yang ditampilkan dalam presentasi menunjukkan nilai outstanding obligasi pemerintah yang dimiliki asing berada di kisaran Rp900 triliun pada pertengahan 2026.

“Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi sebelumnya yang sempat berada di bawah Rp800 triliun,” tuturnya di Jakarta, Jumat (4/9).

Meski demikian, Shim mengatakan bahwa peningkatan nilai kepemilikan itu belum sepenuhnya tercermin pada persentase kepemilikan asing. Rasio kepemilikan asing terhadap surat utang pemerintah masih berada di kisaran 12,5%-13%, setelah sebelumnya sempat mencapai sekitar 14%-15%.

Menurut Shim, perkembangan tersebut menunjukkan adanya perubahan preferensi investor global terhadap aset Indonesia. “Setelah sempat melakukan pengurangan eksposur, investor asing mulai kembali mencari peluang di pasar negara berkembang atau emerging markets (EM),” katanya.

Selain itu, Shim juga mengatakan bahwa perubahan juga terlihat di pasar saham. Data yang dipaparkan Shim menunjukan investor asing mulai berbalik menjadi net buyer saham Indonesia sejak sekitar Juni 2026.

Arus pembelian bersih asing terhadap saham Indonesia sebelumnya mengalami tekanan cukup besar. Bahkan, pada beberapa periode tercatat terjadi net sell hingga lebih dari US$1 miliar.

Namun, memasuki pertengahan 2026, pola tersebut mulai berubah. Investor asing kembali membukukan pembelian bersih, sementara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan dari tekanan sebelumnya.

Shim menilai salah satu faktor yang dapat memperkuat daya tarik aset emerging market adalah arah pergerakan dolar Amerika Serikat.

“Jika nilai dolar AS mengalami depresiasi, investor global memiliki insentif lebih besar untuk melakukan rotasi portofolio ke aset-aset di negara berkembang,” ujarnya

Kondisi ini sekaligus memberikan ruang bagi pasar keuangan Indonesia untuk kembali memperoleh dukungan dari aliran dana global. Namun, masuknya investor asing bukan berarti risiko pasar otomatis menghilang karena keputusan investasi tetap sangat bergantung pada kondisi ekonomi global dan arah kebijakan moneter negara maju.

Bagi Indonesia, kembalinya dana asing memiliki arti penting karena dapat meningkatkan likuiditas pasar sekaligus memperkuat permintaan terhadap aset domestik. Jika berlangsung konsisten, tren tersebut berpotensi menjadi salah satu katalis bagi pasar obligasi dan saham.

Shim juga menyoroti bahwa rotasi menuju emerging market tidak hanya bergantung pada kondisi domestik masing-masing negara. Pergerakan dolar AS, ekspektasi suku bunga global, serta persepsi investor terhadap risiko menjadi faktor yang turut menentukan ke mana modal global akan bergerak.

Dengan demikian, arus masuk asing sejak Juni 2026 menjadi sinyal yang patut diperhatikan pelaku pasar. Jika tren pelemahan dolar AS berlanjut dan investor global semakin agresif mencari imbal hasil di emerging market, Indonesia berpeluang kembali menjadi salah satu tujuan alokasi dana asing. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Menguat Seiring Tren Pelemahan Yield US Treasury dan Indeks Dolar AS

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat terhadap dolar...

IHSG Melemah Imbas Aksi Profit Taking, Lebih Dari 300 Saham Turun Harga

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Rosan: Pupuk Indonesia Jajaki Investasi Pabrik Urea di Vladivostok

BRIEF.ID — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM merangkap CEO...

Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air  

BRIEF.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di...