BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah imbas aksi profit taking (ambil untung), dengan lebih dari 300 saham turun harga pada penutupan sesi I perdagangan Jumat (4/9/2026).
Pada akhir sesi I perdagangan hari ini, IHSG melemah tipis 11% atau 7,10 poin ke level 6.660. Sebelumnya di awal perdagangan, IHSG dibuka menguat 0,42% atau 27,80 poin ke posisi 6.695.
Selama 3 jam perdagangan saham berlangsung, IHSG bergerak variatif lalu berakhir di zona merah dengan menyentuh level tertinggi di 6.704, dan level terendah 6.637.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 325 saham turun harga, 266 saham naik harga, dan 196 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan hari ini mencapai 21,912 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.206.195 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp8,279 triliun.
Pelemahan IHSG dipicu aksi profit taking yang dilancarkan investor, terhadap saham-saham potensial, yang telah mengalami kenaikan harga cukup signifikan sepanjang pekan ini.
Saham 4 bank besar ramai dilepas investor, namun harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tetap dapat dipertahankan alias stagnan.
Adapun harga saham BBCA terpantau stabil di Rp6.775 per lembar, dengan volume transaksi mencapai 46,1 juta lembar, sedangkan BBRI bertahan di Rp3.410 per lembar dengan volume transaksi sebanyak 82,8 miliar lembar.
Sementara itu, saham PT Astra International Tbk (ASII) terkoreksi hingga 2,57% atau Rp130 menjadi Rp4.920 per lembar. Masih dari Grup Astra, saham PT United Tractors Tbk juga melemah 1,09% atau Rp275 menjadi Rp25.025 per lembar.
Meskipun mengalami koreksi, IHSG masih berpeluang menguat, seiring faktor dari dalam dan luar negeri, yang cenderung kondusif bagi investor.
Dari luar negeri, harga minyak dunia jenis Brent cenderung stabil di level US$90 per barel pada penutupan perdagangan Kamis (3/9/2026). Selain itu, imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) juga turun sebesar 2 basis poin ke level 4,77%.
Sementara dari dalam negeri, upaya pemerintah untuk menekan anggaran program Makan bergizi Gratis dalam APBN 2027, memunculkan keyakinan pelaku pasar terhadap pengelolaan fiskal ke depan.
Untuk perdagangan akhir pekan ini, IHSG diprediksi menguat terbatas di kisaran level support 6.650 hingga level resistance 6.700. (Jea)


