BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang uji level 6.705-6.760 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (4/9/2026).
Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan, IHSG akan bergerak pada resistance 6.705, pivot 6.650, dan support 6.600. Saham-saham yang diunggulkan adalah JPFA, PANI, CPIN, ANTM, dan ARCI.
Sebelumnya, IHSG ditutup menguat 1,09% ke level 6.667,89 pada perdagangan Kamis (3/9/2026), yang didukung membaiknya kinerja bursa global dan pasar obligasi global.
“IHSG diperkirakan masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dan menguji area 6.705-6.760,” demikian disebutkan dalam riset.
Secara teknikal, level 6.705 menjadi resistance terdekat, sedangkan pivot berada di 6.650 dan support di 6.600. Kendati momentum positif masih terbuka, investor perlu mencermati potensi profit taking menjelang akhir pekan. Ketidakpastian di pasar global yang masih relatif tinggi juga berpotensi membatasi penguatan IHSG.
Dari dalam negeri dilaporkan, perhatian investor tertuju pada rencana efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan anggaran MBG pada 2027 yang sebelumnya dipatok sebesar Rp240 triliun berpotensi ditekan hingga di bawah Rp200 triliun melalui peningkatan efisiensi dan pemanfaatan teknologi.
Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan terbuka terhadap upaya efisiensi anggaran MBG. BGN akan kembali menghitung kebutuhan anggaran MBG 2027 dengan mempertimbangkan hasil pembenahan data penerima manfaat serta evaluasi pelaksanaan program di lapangan.
Potensi pengurangan anggaran MBG dinilai dapat memberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah. Anggaran yang berhasil dihemat dapat dialihkan untuk membiayai program lain yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membantu menekan defisit anggaran.
Dari pasar komoditas, investor juga mencermati agenda pertemuan OPEC+ pada 6 September yang akan membahas tingkat produksi minyak untuk Oktober. Sebelumnya, OPEC+ telah menaikkan kuota produksi minyak sebesar 188 ribu barel per hari yang berlaku mulai September 2026.
Rusia menyatakan aliansi produsen minyak tersebut tidak berencana mengurangi produksi karena mempertimbangkan pemulihan permintaan minyak global. Jika OPEC+ kembali meningkatkan produksi, tambahan pasokan di pasar diharapkan dapat membantu menahan kenaikan harga minyak lebih lanjut.
Pergerakan harga minyak menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi prospek inflasi global, biaya energi, serta ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga. Investor juga akan mencermati bagaimana keputusan produksi OPEC+ memengaruhi saham berbasis komoditas maupun sektor yang sensitif terhadap biaya energi.
Dengan kombinasi sentimen positif dari pasar global, ekspektasi efisiensi fiskal domestik, serta dinamika harga komoditas, IHSG masih memiliki ruang untuk menguji resistance terdekat. Namun, kenaikan dalam beberapa sesi terakhir perlu diikuti dengan kewaspadaan terhadap aksi ambil untung. (nov)


