Waskita Karya Raih Proyek Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 Rp2,1 Triliun, Perkuat Akses Wisata Borobudur

BRIEF.ID – PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali mendapatkan kepercayaan untuk menggarap proyek infrastruktur strategis nasional.

Kali ini, perusahaan konstruksi pelat merah tersebut meraih kontrak pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 Simpang Susun (SS) Magelang-Borobudur dengan nilai mencapai Rp2,1 triliun.

Proyek tersebut akan dikerjakan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) PP-Waskita-WIKA dengan panjang ruas sekitar 8,1 kilometer yang berlokasi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pekerjaan yang dilakukan meliputi pembangunan jalur utama, akses Magelang, simpang susun, jembatan penyeberangan orang (JPO), terowongan bawah tanah, hingga konstruksi pile slab.

Direktur Operasi I Waskita Karya Ari Asmoko mengatakan, Simpang Susun Magelang dan Borobudur akan menjadi akses penting yang menghubungkan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dengan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.

“Proyek ini sangat penting untuk mempercepat mobilitas sekaligus mendorong peningkatan sektor pariwisata. Dengan adanya Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3, masyarakat memiliki akses langsung ke Destinasi Super Prioritas Candi Borobudur tanpa mengganggu kelestarian situs cagar budaya,” ujar Ari dalam keterangannya, Selasa (23/6).

Menurutnya, kehadiran ruas tol tersebut tidak hanya memberikan manfaat dari sisi konektivitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar. Peningkatan jumlah wisatawan ke kawasan Borobudur diperkirakan akan berdampak positif terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus menarik investasi baru ke wilayah Magelang dan sekitarnya.

Selain itu, pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 juga diharapkan mampu memperlancar distribusi barang dan jasa di kawasan Magelang, Temanggung, hingga wilayah penyangga lainnya. Infrastruktur ini turut dirancang untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur arteri utama yang selama ini menjadi akses menuju kawasan wisata Borobudur.

Dalam pelaksanaan proyek, Waskita Karya akan menerapkan sejumlah inovasi konstruksi guna meningkatkan efisiensi pekerjaan dan kualitas hasil pembangunan. Salah satunya adalah penggunaan metode Curing Automatic yang berfungsi menjaga kondisi beton selama masa perawatan sehingga mengurangi risiko retak akibat penyusutan.

Perseroan juga memanfaatkan teknologi Deflection Warning System untuk memantau kondisi bekisting dan shoring saat proses pengecoran berlangsung. Teknologi tersebut memungkinkan pengawasan dilakukan secara lebih cepat dan akurat dibandingkan metode konvensional.

Di sisi lain, proyek ini memiliki tantangan tersendiri karena sebagian pekerjaan berada di area dengan lalu lintas aktif. Untuk mengantisipasi potensi gangguan arus kendaraan dan menjaga keselamatan pengguna jalan, Waskita akan menerapkan Traffic Management Plan (TMP), penyediaan jalur detour, serta pengamanan area kerja secara menyeluruh.

“Tidak hanya memperhatikan aspek teknis dan mutu, Waskita Karya juga selalu mengutamakan aspek keselamatan kerja. Kami berupaya menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara maksimal agar proses konstruksi berjalan lancar,” kata Ari.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan, perusahaan juga berencana menggunakan teknologi Roboflagman untuk membantu pengaturan lalu lintas secara otomatis. Teknologi tersebut dinilai mampu mengurangi risiko kecelakaan sekaligus tetap berfungsi dalam berbagai kondisi cuaca.

Ari menegaskan, Waskita Karya berkomitmen menyelesaikan proyek strategis nasional tersebut sesuai target yang telah ditetapkan.

“Sebagai BUMN konstruksi yang berpengalaman lebih dari 65 tahun membangun berbagai infrastruktur, Waskita Karya berkomitmen menyelesaikan proyek ini tepat waktu dan dengan hasil terbaik. Pengerjaan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen memperkuat kontribusi kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan nasional,” tuturnya.

Sebagai informasi, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen memiliki total panjang 75,12 kilometer yang menghubungkan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kehadiran jalan tol ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh perjalanan Yogyakarta-Semarang yang saat ini berkisar tiga hingga empat jam menjadi sekitar satu jam perjalanan. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kereta Imperial KAI Wisata Makin Populer, Jumlah Pelanggan Naik 162 Persen

BRIEF.ID — Minat masyarakat terhadap layanan perjalanan kereta api...

IHSG Ditutup Melemah, Saham Teknologi Terkoreksi Paling Dalam

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...

Hujan Badai, Laga Prancis Lawan Irak Sempat Ditunda 2 Jam Lebih

BRIEF.ID - Laga lanjutan Grup I Piala Dunia 2026...

Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah, Prabowo Pastikan Konektivitas Semakin Merata

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan pembangunan jalan...