BRIEF.ID – Harga Bitcoin kembali mendekati level US$ 65.000, di tengah meningkatnya perhatian investor pada dua risiko yang berpotensi mengganggu ekosistem aset kripto, yakni kerentanan keamanan pada BTCPay Server dan ancaman serangan replay yang berkaitan dengan potensi pemisahan rantai (chain split) akibat usulan BIP-110.
Bitcoin tercatat menguat 0,61% menjadi US$ 64.986. Kenaikan tersebut terjadi ketika pelaku pasar mencermati perkembangan keamanan infrastruktur yang menopang transaksi Bitcoin.
Salah satu perhatian utama datang dari BTCPay Server. Pada Jumat (7/8/2026) malam, penyerang memanfaatkan celah keamanan pada sistem itu untuk mencuri kredensial yang digunakan dalam mengendalikan node Lightning berbasis LND. Teknologi Lightning Network digunakan untuk memproses pembayaran Bitcoin secara lebih cepat dan dengan biaya yang relatif rendah.
BTCPay kemudian mengonfirmasi adanya pencurian dana dan meminta operator yang berpotensi terdampak segera memperbarui sistem ke versi 2.4.2. Operator yang belum dapat melakukan pembaruan diminta untuk mematikan server guna mencegah akses lebih lanjut.
Hingga kini, BTCPay belum mengungkapkan jumlah pengguna yang terdampak maupun nilai Bitcoin yang diduga hilang dalam insiden tersebut.
Kerentanan ini memungkinkan penyerang yang tidak memiliki otorisasi memperoleh berkas macaroon, yakni kredensial yang dapat memberikan akses ke node LND. Dengan kredensial itu, penyerang berpotensi mengendalikan dompet Lightning, menutup saluran pembayaran, hingga memindahkan dana.
Produsen dompet perangkat keras Foundation mengungkapkan bahwa node Lightning BTCPay mereka turut mengalami pengurasan dana. Namun, serangan tersebut disebut tidak berhasil menjangkau hot wallet on-chain milik perusahaan.
Laporan serupa juga muncul dari publikasi Bitcoin Citadel21 yang menyatakan mengalami kehilangan dana dari node Lightning.
Meski demikian, dompet on-chain standar yang dibuat langsung melalui BTCPay Server disebut tidak terdampak oleh kerentanan tersebut. Risiko tetap perlu diperhatikan terhadap dana on-chain yang berada pada node LND yang terhubung dengan sistem terdampak.
Penjelasan lebih lengkap mengenai insiden keamanan tersebut diperkirakan baru akan dipublikasikan setelah para operator memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pembaruan dan memasang patch keamanan.
Risiko Chain Split BIP-110
Di tengah persoalan keamanan, pemegang Bitcoin juga menghadapi risiko lain yang berasal dari usulan perubahan protokol melalui BIP-110.
Usulan ini berpotensi memicu fork atau pemisahan jaringan Bitcoin yang dapat dimulai di sekitar blok 961.632 pada akhir pekan ini.
BIP-110, antara lain mengusulkan pembatasan sementara data non-pembayaran yang dapat disimpan dalam transaksi Bitcoin. Perubahan tersebut menjadi perhatian karena potensi pemisahan rantai dapat menciptakan kondisi teknis yang memungkinkan terjadinya serangan replay.
Serangan replay terjadi ketika transaksi yang dibuat pada satu rantai dapat disalin dan diproses kembali pada rantai lain setelah terjadi pemisahan jaringan. Kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko bagi pengguna yang bertransaksi di kedua rantai.
Dengan Bitcoin yang masih bergerak mendekati US$ 65.000, perkembangan keamanan BTCPay Server dan potensi chain split BIP-110 menjadi dua faktor yang perlu dicermati pelaku pasar dalam waktu dekat.
Investor kini tidak hanya memperhatikan arah harga Bitcoin, tetapi juga stabilitas dan keamanan infrastruktur yang mendukung ekosistem aset kripto itu. (Investing.com/nov)


