Wall Street Ditutup Variatif, Investor Cermati Prospek Kesepakatan Damai AS-Iran

BRIEF.ID – Bursa saham Wall Street di New York, Amerika Serikat (AS), ditutup variatif pada perdagangan Rabu (5/8/2026) waktu setempat. Meski demikian, indeks-indeks utama tetap bertahan di dekat level tertinggi sepanjang masa seiring meningkatnya optimisme investor terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran yang turut menjaga stabilitas harga minyak.

Pergerakan Wall Street berlangsung fluktuatif setelah reli kuat dalam dua sesi sebelumnya yang mengawali perdagangan Agustus dengan sentimen positif. Namun, aksi ambil untung pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar membatasi penguatan pasar secara keseluruhan.

Indeks S&P 500 turun 12,97 poin atau 0,2% menjadi 7.723,55. Sepanjang perdagangan, indeks acuan tersebut sempat bergerak di zona hijau setelah sehari sebelumnya mencatatkan rekor penutupan tertinggi.

Kepala Strategi Pasar Nationwide, Mark Hackett, mengatakan momentum yang sebelumnya tertahan akhirnya mendorong pasar mencapai level baru.

“Energi yang selama ini tertahan—ibarat pegas yang siap melompat—akhirnya terlepas, dengan Indeks S&P 500 melonjak ke rekor tertinggi untuk pertama kalinya dalam dua bulan,” ujarnya, dikutip dari Associated Press, Kamis (6/8/2026).

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik 263,24 poin atau 0,5% menjadi 54.349,12, sekaligus mencetak rekor penutupan tertinggi baru.

Sebaliknya, Nasdaq Composite melemah 221,55 poin atau 0,8% menjadi 26.363,44. Pelemahan indeks teknologi dipicu oleh koreksi pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.

Saham Alphabet, induk perusahaan Google, turun sekitar 4%, sedangkan saham Microsoft melemah 1,1%. Penurunan kedua saham tersebut memberikan tekanan signifikan terhadap kinerja Nasdaq sekaligus membatasi penguatan indeks-indeks utama lainnya.

Di pasar komoditas, harga minyak bergerak relatif stabil di tengah optimisme bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran dapat membantu menjaga keseimbangan pasokan energi global. Sentimen tersebut turut menopang minat investor terhadap aset berisiko, meski pasar masih dibayangi aksi ambil untung pada sektor teknologi. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Tunda Pungutan Pajak Melalui Marketplace  

BRIEF.ID – Pemerintah memutuskan menunda implementasi pemungutan Pajak Penghasilan...

BMKG Peringatkan Ancaman Kekeringan dan Karhutla

BRIEF.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan...

Kuartal II-2026, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat Jadi 5,29%  

BRIEF.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi...

Harga Minyak Bergerak Fluktuatif, Pasar Menanti Pembukaan Selat Hormuz

BRIEF.ID – Harga minyak dunia bergerak fluktuatif pada perdagangan...