BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah melemah hingga menembus level Rp17.800 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan, Senin (21/9/2026), akibat tertekan aksi jual obligasi.
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Index (Jisdor), kurs rupiah hari ini dibuka melemah 0,14% atau 25 poin menjadi Rp17.783 per dolar AS dibandingkan level sebelumnya Rp17.758 per dolar AS.
Hingga pukul 11:20 WIB, nilai tukar rupiah terpantau terus melemah hingga menyentuh level Rp17.815 per dolar AS, terkoreksi 0,32% atau 57 poin dari level Rp17.758 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (18/9/2026).
Pelemahan rupiah dipengaruhi tekanan jual yang dilancarkan investor di Pasar Surat Utang, terutama untuk Surat Utang Negara (SUN) tenor jangka pendek.
Hal itu, dipicu keputusan Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed), yang menaikkan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate (FFR) sebesar 25 basis point (Bps) menjadi 3,75%-4,00% pekan lalu.
Kenaikkan FFR sebesar 25 Bps membuat investor cenderung menarik modal dari pasar keuangan emerging market termasuk Indonesia, dan beralih ke aset berbasis dolar AS, terutama obligasi pemerintah AS atau US Treasury.
Arus modal keluar (capital inflow) melanda pasar obligasi global, termasuk pasar surat utang di Indonesia, ditandai dengan aksi jual, yang memicu kenaikan imbal hasil (yield).
Melansir data Bloomberg, yield obligasi tenor jangka pendek kembali naik. Yield obligasi tenor 2 tahun naik 6,3 basis poin (bps) menjadi 6,86%, disusul tenor 1 tahun naik 2,4 bps jadi 6,83%. Yield obligasi berdenominasi dolar AS (INDON) juga ikut naik 1,5 bps ke level 5,87%.
Tekanan terhadap rupiah juga semakin diperparah dengan keputusan Bank of Japan (BOJ), yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 Bps menjadi 1,25%.
Dari dalam negeri, pelaku pasar memperkirakan Bank Indonesia (BI) cenderung akan menahan suku bunga acuan, meski ada kekhawatiran lonjakan inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar dan harga kebutuhan pokok.
Terkait dengan itu, kurs rupiah hari ini diprediksi bergerak cenderung melemah terbatas di kisaran level Tp17.700 per dolar AS hingga Rp17.780 per dolar AS. (Jea)


