Harga Minyak Bergerak Fluktuatif, Pasar Menanti Pembukaan Selat Hormuz

BRIEF.ID – Harga minyak dunia bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu (5/8/2026) waktu setempat setelah mengalami penurunan tajam sepanjang pekan ini. Pergerakan harga dipengaruhi  harapan tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz,  yang diimbangi oleh meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah.

Sentimen pasar berayun antara optimisme pada prospek kesepakatan antara Amerika Serikat (AS), Iran, dan Oman untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz, ditandai kekhawatiran atas serangan terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi yang dilakukan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.

Di sisi lain, data pemerintah AS menunjukkan kenaikan tak terduga pada cadangan minyak mentah komersial, yang turut memberikan tekanan terhadap harga minyak.

Hingga pukul 19.16 GMT atau pukul 02.16 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober naik 0,2% menjadi US$79,54 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turun 0,7% menjadi US$75,21 per barel.

Meski bergerak beragam, harga minyak masih mencatat pelemahan tajam sepanjang pekan. Brent telah turun hampir 12%, sedangkan WTI merosot lebih dari 11%.

Laporan Axios menyebutkan bahwa AS, Iran, dan Oman hampir mencapai kesepakatan sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz. Pemerintah AS disebut berencana mengumumkan kesepakatan tersebut pada Rabu waktu setempat.

Sejumlah pejabat AS, termasuk Presiden Donald Trump, juga menyatakan bahwa kesepakatan tersebut semakin dekat.

“Prosesnya berjalan dengan sangat baik. Kita lihat saja nanti. Saya perkirakan kita akan mengetahuinya dalam waktu 48 jam,” kata Trump.

Ia menambahkan bahwa pembicaraan dengan Iran menunjukkan perkembangan yang positif.

“Banyak kemajuan telah dicapai. Mereka menghubungi saya dan berkata, ‘Tolong, mari kita bicara.’ Mereka ingin berdiskusi. Menurut saya, akan sangat cerdas bagi mereka untuk membuat kesepakatan. Kita lihat saja apa yang terjadi,” ujarnya.

Pelaku pasar kini menantikan kepastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menjadi salah satu titik transit utama ekspor minyak dunia.

Kejelasan  kesepakatan tersebut diperkirakan akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan harga minyak dalam jangka pendek. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Tunda Pungutan Pajak Melalui Marketplace  

BRIEF.ID – Pemerintah memutuskan menunda implementasi pemungutan Pajak Penghasilan...

BMKG Peringatkan Ancaman Kekeringan dan Karhutla

BRIEF.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan...

Kuartal II-2026, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat Jadi 5,29%  

BRIEF.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi...

Wall Street Ditutup Variatif, Investor Cermati Prospek Kesepakatan Damai AS-Iran

BRIEF.ID – Bursa saham Wall Street di New York,...