Wall Street Cetak Rekor Baru, Reli Saham AI Berlanjut

BRIEF.ID – Bursa saham Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (4/8/2026) waktu setempat. Tiga indeks utama mencetak rekor penutupan tertinggi untuk pertama kalinya sejak awal Juni, didorong oleh kembalinya minat investor pada saham-saham berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta meredanya tekanan dari pasar obligasi dan energi.

Indeks S&P 500 naik 1,8% ke level 7.735,13, sekaligus mencatat rekor penutupan pertama sejak 2 Juni. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 1,7% menjadi 54.085,94 dan juga membukukan rekor penutupan baru. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi melonjak 2,6% ke posisi 26.584,99.

Reli tersebut menandai awal Agustus yang positif setelah mayoritas indeks Wall Street mencatat kinerja yang kurang memuaskan sepanjang Juli. Optimisme investor kembali menguat seiring pulihnya kepercayaan terhadap prospek pertumbuhan sektor AI, yang sebelumnya sempat kehilangan momentum akibat aksi ambil untung dan kekhawatiran terhadap valuasi saham teknologi.

Sentimen positif juga datang dari penurunan harga minyak dunia serta melemahnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury). Turunnya yield umumnya meningkatkan daya tarik saham, terutama saham-saham sektor teknologi yang sensitif pada perubahan suku bunga karena valuasinya lebih bergantung pada prospek pertumbuhan jangka panjang.

Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada laporan keuangan kuartalan perdana SpaceX milik Elon Musk yang dijadwalkan diumumkan setelah penutupan perdagangan. Investor menilai laporan itu dapat memberikan gambaran baru mengenai kondisi industri antariksa komersial dan investasi teknologi berintensitas tinggi.

Selain itu, laporan keuangan Advanced Micro Devices (AMD) juga menjadi sorotan. Hasil kinerja perusahaan chip tersebut diperkirakan menjadi indikator penting bagi prospek industri semikonduktor, yang baru saja melewati periode terburuk sejak krisis keuangan global.

Kinerja AMD juga akan menjadi tolok ukur permintaan pada chip AI, setelah sebelumnya perusahaan-perusahaan teknologi besar terus meningkatkan belanja infrastruktur kecerdasan buatan.

Analis menilai, jika laporan keuangan perusahaan-perusahaan teknologi utama mampu melampaui ekspektasi pasar, reli saham AI berpotensi berlanjut dalam beberapa pekan mendatang. Sebaliknya, hasil yang mengecewakan dapat memicu aksi ambil untung setelah penguatan tajam pada awal bulan ini.

Penguatan Wall Street juga diperkirakan akan memberikan sentimen positif bagi bursa saham Asia pada perdagangan berikutnya. Saham-saham sektor teknologi dan semikonduktor di kawasan diperkirakan menjadi sektor yang paling diuntungkan apabila optimisme terhadap AI terus berlanjut. (Investing.com/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.537.000 per Gram, AS-Iran Jajaki Negosiasi Damai

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Mimpi ke Tuscany, Terwujud pada Malam Penuh Makna Bersama Andrea Bocelli di Kemayoran

BRIEF.ID – Ada sebuah keinginan yang sempat terlintas di...

Presiden Prabowo Pernah Ingatkan Bahaya Penyadapan, Kini Terungkap

BRIEF.ID – Peringatan Presiden Prabowo Subianto mengenai bahaya penyadapan...

Pajak Digital, Lebih dari Sekadar Mengisi Kas Negara

BRIEF.ID – Kemajuan teknologi telah mengubah cara masyarakat melakukan...