BRIEF.ID– Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan mendorong Presiden FIFA, Gianni Infantino untuk menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya setelah masa jabatan Antonio Guterres berakhir.
Gagasan itu mencuat setelah kedekatan keduanya selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dan langsung memicu perbincangan di kalangan diplomat maupun pengamat politik internasional.
Menurut sejumlah laporan media, Trump menilai Infantino memiliki pengalaman memimpin organisasi global dengan 211 asosiasi anggota FIFA serta kemampuan membangun hubungan lintas negara. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Gedung Putih maupun FIFA mengenai kemungkinan pencalonan tersebut, demikian dikutip dari Euronews.com, Kamis (23/7/2026).
Meski mendapat dukungan dari Presiden AS, jalan menuju kursi Sekretaris Jenderal PBB tidaklah sederhana. Berdasarkan Piagam PBB, calon Sekjen harus terlebih dahulu memperoleh rekomendasi dari Dewan Keamanan PBB, termasuk tidak terkena veto dari salah satu dari lima anggota tetap—Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, dan Tiongkok. Setelah itu, nama calon masih harus mendapat persetujuan mayoritas Majelis Umum PBB. Dengan mekanisme tersebut, dukungan satu negara saja tidak cukup untuk memastikan kemenangan seorang kandidat.
Selain proses formal, dilansir dari Talksport.com, terdapat pula pertimbangan politik dan diplomatik. Banyak pengamat menilai bahwa secara tidak tertulis terdapat tradisi rotasi kawasan dalam pemilihan Sekjen PBB. Setelah AntĂ³nio Guterres yang berasal dari Portugal, sejumlah negara diperkirakan akan mendorong calon dari kawasan Amerika Latin dan Karibia atau wilayah lain yang belum pernah banyak memperoleh kesempatan. Kondisi ini dinilai dapat mengurangi peluang Infantino yang berasal dari Swiss.
Infantino belum menyatakan minat untuk mencalonkan diri. Ia justru sebelumnya mengindikasikan akan kembali maju dalam pemilihan Presiden FIFA pada kongres organisasi tersebut tahun depan. Di sisi lain, rekam jejaknya sebagai pemimpin FIFA juga tidak lepas dari berbagai kontroversi yang berpotensi menjadi pertimbangan bagi negara-negara anggota PBB.
Apabila pencalonan itu benar-benar terwujud, prosesnya diperkirakan akan menjadi salah satu pemilihan Sekretaris Jenderal PBB yang paling banyak mendapat sorotan internasional. Dukungan dari Amerika Serikat dapat meningkatkan profil politik Infantino, tetapi keberhasilannya tetap bergantung pada kemampuan meraih konsensus luas di Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB. (nov)


