CCTV Anak Krakatau Rusak di Tengah Erupsi, Begini Cara Pemerintah Memantau Aktivitas Gunung

BRIEF.ID – Aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat ketika salah satu perangkat pemantauan visual di dekat kawah mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai seberapa jauh pemerintah masih mampu melihat perkembangan gunung api secara real-time ketika instrumen di lapangan ikut terpapar material erupsi.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria mengakui kerusakan perangkat yang berada dekat kawah tersebut dapat mengurangi cakupan pengamatan visual dari titik tertentu.

Namun, pemerintah memastikan kerusakan tersebut tidak membuat pemantauan Anak Krakatau terhenti. Sistem pengawasan gunung api diklaim menggunakan lebih dari satu instrumen.

“Kerusakan perangkat yang berada dekat kawah dapat mengurangi cakupan pengamatan visual dari titik tertentu, tetapi tidak semata-mata menghentikan pemantauan Gunung Anak Krakatau,” tutur Lana di Jakarta, Minggu (6/9).

Menurutnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG kini tengah menggunakan sistem pemantauan bernama multiparameter.

Melalui sistem tersebut, satu perangkat bukan satu-satunya sumber informasi untuk menentukan perkembangan aktivitas gunung.

“Pemantauan yang dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM ini dilakukan secara multiparameter dan tidak hanya bergantung pada satu CCTV atau satu instrumen saja,” katanya.

Parameter yang digunakan mencakup jaringan seismik, pengamatan visual dari lokasi aman, deformasi, emisi gas, citra satelit hingga informasi lapangan.

Kondisi tersebut menjadi penting karena perangkat yang ditempatkan di sekitar gunung api aktif memang menghadapi risiko tinggi. Lontaran batuan, abu vulkanik, cuaca ekstrem hingga gangguan komunikasi dapat membuat instrumen tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Badan Geologi menyebut redundansi instrumen menjadi bagian penting dari sistem pemantauan. Artinya, informasi mengenai aktivitas gunung diupayakan tetap tersedia meskipun salah satu alat mengalami gangguan.

Namun, perbaikan perangkat tidak dapat dilakukan dengan mengabaikan keselamatan petugas. Lana mengatakan personel tidak akan dikirim memasuki zona berbahaya hanya untuk memperbaiki sistem ketika aktivitas gunung masih tinggi.

“Selama aktivitas tinggi, personel tidak akan dikirim memasuki zona berbahaya hanya untuk memperbaiki sistem,” ujarnya

Persoalannya, pemantauan gunung api bukan hanya membutuhkan data, tetapi juga kecepatan dan kontinuitas. Ketika perangkat visual mengalami kerusakan, kualitas pengamatan langsung dari titik tersebut tentu berkurang, meskipun masih dapat dilengkapi oleh instrumen lain.

Di tengah kondisi itu, aktivitas Anak Krakatau sendiri masih berstatus Level III atau Siaga. Badan Geologi mencatat gunung tersebut kembali mengalami erupsi sejak 2 Juli 2026 dan terus menunjukkan aktivitas hingga September.

Pada erupsi terbaru, fenomena lava fountain terlihat dari pengamatan visual, sementara suara dentuman dan getaran juga dilaporkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten dan Lampung.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa sistem pemantauan tidak boleh bertumpu pada satu teknologi. Ketika CCTV terganggu, data seismik, deformasi, gas dan satelit harus mampu memberikan gambaran yang cukup untuk mendukung keputusan mitigasi.

Maka dari itu, tantangan pemerintah bukan hanya memperbaiki kamera yang rusak, tetapi memastikan seluruh sistem pemantauan tetap menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan dapat dipahami masyarakat. Pasalnya dalam situasi erupsi, keterlambatan informasi dapat menjadi persoalan tersendiri bagi keselamatan publik. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Dentuman Anak Krakatau Terdengar hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Penyebabnya

BRIEF.ID - Gunung Anak Krakatau tidak hanya mengirimkan abu...

Anak Krakatau Sudah Berstatus Siaga Sejak Juli, Kini Kembali Erupsi dan Sebarkan Abu

BRIEF.ID - Gunung Anak Krakatau (GAK) ternyata tidak tiba-tiba...

Anak Krakatau Kembali Erupsi, Bukan Tsunami yang Paling Diwaspadai

BRIED.ID - Nama Anak Krakatau kembali memunculkan bayang-bayang tsunami...

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta, Pramono Imbau Warga Waspada

BRIEF.ID - Jakarta mulai masuk dalam radar dampak erupsi...