BRIEF.ID – Harga minyak dunia naik ke level US$96 per barel pada perdagangan hari ini, Kamis (23/7/2026), seiring ancaman terbaru Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk menyerang infrastruktur strategis Iran.
Seperti dilansir Reuters, harga kontrak berjangka minyak dunia jenis Brent naik sekitar 2% atau US$1,93 menjadi US$96 per barel pada Kamis dini hari waktu setempat.
Sementara harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) AS terpantau menguat 1,7% atau US$1,44 ke level US$88,27 per barel.
Sebelumnya, pada perdagangan Rabu (22/7/2026), harga minyak dunia jenis Brent melonjak lebih dari 3%, dan ditutup di level US$94,07 per barel. Sedangkan harga minyak dunia jenis WTI juga melonjak hampir 3% ke level US$86,63 per barel.
Lonjakan harga minyak dunia terjadi seiring konflik Timur Tengah, yang kian memanas antara AS dan Iran, yang telah meluas ke negara-negara Timur Tengah.
Presiden AS, Donald Trump, menyatakan akan menyerang infrastruktur strategis Iran, seperti jembatan bahkan pembangkit listrik, setiap kali ada serangan Iran ke kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Tak lama setelah pernyataan Trump, militer AS melancarkan serangan terbaru ke Iran, yang sekaligus menandai serangan selama 12 hari berturut-turut ke Teheran.
Sementara itu, Garda Revolusi Iran menyatakan satu kapal tanker minyak terbakar akibat ledakan saat berupaya melintasi jalur yang disebut telah dipasangi ranjau di bagian selatan Selat Hormuz.
Garda Revolusi Iran bahkan menegaskan Selat Hormuz kini berada di bawah kendali penuh Iran dan “ditutup sepenuhnya” selama operasi militer AS di kawasan masih berlangsung.
Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengumumkan embargo terhadap kapal-kapal yang mengirim atau memuat barang di pelabuhan Arab Saudi.
Kelompok Houthi bahkan mengklaim telah melancarkan operasi militer yang menargetkan dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi. Laporan keamanan maritim juga menyebut kapal tanker berbendera Arab Saudi, Encelia, terbakar akibat serangan martil kelompok Houthi di Laut Merah, namun kebakaran dapat diatasi dan tak ada korban jiwa.
Konflik Timur Tengah antara AS dan Iran, yang kembali memanas, bahkan meluas ke negara-negara sekutu AS di kawasan Teluk, dikhawatirkan mengganggu distribusi minyak mentah ke berbagai negara, dan berpotensi menyebabkan krisis energi global, dan lonjakan inflasi. (Jea)


