BRIEF.ID – Memanfaatkan masa jeda musim panas Grand Prix 2026, dua pembalap asal Indonesia, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, menggelar program latihan intensif selama dua hari di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok. Langkah strategis ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan fisik, mental, dan teknik jelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan bergulir pada 9–11 Oktober 2026 mendatang.
Sesi latihan awal ini dinilai sangat vital mengingat karakter unik Mandalika yang terkenal menantang, mulai dari suhu lintasan tinggi hingga terpaan angin kencang. Memacu unit Honda CBR600RR, latihan ini mengadopsi metode standar latihan pembalap Grand Prix Eropa. Bagi Mario Aji yang berlaga di kelas Moto2 (menggunakan mesin balap resmi Triumph 765cc), motor sport 600cc ini ideal untuk melatih ritme balap, sedangkan bagi Veda Ega (Moto3), latihan ini menjadi sarana crosstraining guna memperkuat refleks pengereman, menjaga racing line, serta menguji ketahanan fisik.
Puluhan Lap dan Adaptasi Cuaca Jadi Modal Utama
Sempat terkendala masalah teknis di hari pertama, kedua pembalap memaksimalkan hari kedua dari pagi hingga sore hari. Veda Ega sukses menuntaskan 90 lap, sedangkan Mario Aji mengemas 69 lap. Meski sempat lama tidak mengaspal di Mandalika, keduanya mengaku tidak butuh waktu lama untuk kembali menemukan irama berkendara.
“Rasanya fun dan sangat enjoy. Kami sudah beberapa kali balapan maupun latihan di sini, jadi saat kembali rasanya tidak lupa. Muscle memory tentang Mandalika masih ada,” ungkap Mario Aji dan Veda Ega dalam wawancara eksklusif bersama MGPA.
Selain itu, tantangan terpaan angin kencang di pesisir Mandalika menjadi poin penting yang terus dicermati. “Sirkuit Mandalika dekat dengan laut, jadi anginnya cukup kencang. Di Moto3 nanti balapan biasanya berlangsung dalam grup besar, jadi itu akan menjadi salah satu tantangan utama,” kata Veda Ega Pratama menjelaskan.
Menatap sisa musim dan laga di rumah sendiri pada Oktober mendatang, baik Veda maupun Mario mengusung target realistis untuk terus berkembang dan mengejar konsistensi di setiap balapan.
“Semoga bisa konsisten, meraih hasil maksimal di setiap balapan dan terus belajar. Tahun depan saya ingin lebih baik lagi,” ujar Veda Ega.
“Target saya selalu menjadi lebih baik di setiap balapan, mengambil pelajaran dari setiap pengalaman, dan tahun ini ingin meraih hasil yang lebih maksimal,” tutur Mario Aji menimpali.
Melalui latihan intensif sejak jauh hari, kedua Local Heroes Indonesia ini optimistis mampu menyajikan penampilan terbaik serta mengharumkan nama bangsa di panggung balap dunia. (etm)


