Sebastian Berhalter: Kami Orang Amerika, Tidak Mau Umbar Janji

BRIEF.ID – Meskipun sorak sorai masih menggema di telinga para pendukung Timnas Amerika Serikat (AS) setelah membukukan kemenangan mengesankan pada pertandingan pembukaan Piala Dunia 2026, tim ini tidak mau mengumbar janji yang hanya sekadar omon-omon.

Mereka menyatakan  siap menghadapi tantangan fisik dan mental pada pekan-pekan  mendatang, termasuk kemungkinan pertemuan fisik dengan Australia, pada Jumat (19/6/2026

Gelandang tengah Sebastian Berhalter memberikan pujian atas ketangguhan Timnas AS. Hal itu disampaikan Berhalter kepada pelatih Mauricio Pochettino, yang telah mengambil alih tim yang berulang kali gagal di panggung internasional dan menanamkan mentalitas lebih kuat yang didasarkan pada beberapa keyakinan inti.

“Saya pikir salah satunya adalah bahwa kami orang Amerika. Kami tidak akan menerima perlakuan buruk. Saya pikir itu adalah sesuatu yang benar-benar ditanamkan Pochettino,” lanjut Berhalter dikutip dari Associated Press, Rabu (17/6/2026).

Menjelang pertandingan AS melawan Australia, Berhalter juga memuji permainan bertahan Australia dan menegaskan bahwa laga itu tidak akan mudah bagi timnya.

“Meskipun dia orang Argentina, dia memiliki pola pikir seperti, ‘Lihat, inilah yang kami lakukan, dan inilah jati diri kami, dan inilah Amerika.’ Jadi saya pikir dia, Anda tahu, bahkan dari perspektif luar, dia menunjukkan kepada kami orang Amerika tentang jati diri kami. Dia benar-benar menanamkan hal itu kepada kami, dan saya pikir itu adalah sesuatu yang telah membantu kami dalam siklus terakhir ini,” lanjut Berhalter.

Mentalitas itu sebagian ditempa pada Oktober lalu ketika AS menghadapi Australia dalam pertandingan persahabatan yang berakhir dengan kemenangan 2-1 di Colorado.

Saat itu, Pochettino mengecam timnya di babak pertama, meminta para pemain untuk membela diri setelah Socceroos melakukan tekel fisik dan permainan yang keras sementara gelandang AS Christian Pulisic cedera.

“Melihat pertandingan tahun lalu, Anda bisa melihat mereka siap,” kata Berhalter, yang ayahnya, Gregg, melatih tim AS sebelum Pochettino.

“Mereka memberikan tantangan, dan saya pikir itu salah satu alasan Mauricio melontarkan kata-kata kasar di jeda babak pertama, dan berkata, ‘Orang-orang ini tidak bisa seenaknya memperlakukan kita.’ Saya pikir dia benar,” tambah Berhalter.

Para pemain mendengar permohonan pelatih  dan  merespons dengan meningkatkan permainan fisik dalam pertandingan yang berakhir dengan total 19 pelanggaran dan dua kartu kuning.

Timnas AS  sebagian besar mempertahankan performa tersebut sejak saat itu, bermain dengan percaya diri dan tegas yang terlihat sepanjang kemenangan 4-1  atas Paraguay, pada Jumat lalu di Inglewood, California. (nov)

Meskipun mereka belum meraih  kemenangan  mengesankan,  sejak Pochettino mengambil alih, peningkatan temperamen dan taktik tim sangat jelas, dan Piala Dunia bisa menjadi tempat di mana semuanya akan berkembang.

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Naik Hampir 2%, Bertahan di Atas Level Kunci US$ 4.000 per Troy Ons

BRIEF.ID – Harga emas dunia menguat hampir 2% pada...

Trump Berlakukan Tarif 100% Obat Generik Impor Mulai 2028

BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan...

Pickleball Jadi Bintang Utama Film Komedi Olahraga The Dink

BRIEF.ID – Pickleball adalah olahraga yang memadukan unsur tenis...

Harga Minyak Naik, Konflik AS-Iran dan Ancaman Houthi Picu Kekhawatiran

BRIEF.ID – Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan...