BRIEF.ID – Seksi Layanan Perlindungan Jemaah (Linjam) Daerah Kerja Madinah memastikan kesiapan penuh dalam memberikan perlindungan kepada jemaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci, pada musim haji 2026.
Kepala Seksi Perlindungan Jemaah (Linjam) Daker Madinah, Ali Nurohim, menyampaikan telah mengerahkan seluruh personel untuk disiagakan di berbagai titik layanan.
“Total ada 60 personel Linjam yang kami tempatkan di Kantor Daker, sektor-sektor, dan Seksus,” ujarnya di Madinah, Arab Saudi, Selasa (21/4/2026).
Dikutip dari laman resmi Kementerian Haji, Nurohim menjelaskan, personel yang bertugas di sektor akan fokus memberikan perlindungan langsung kepada jemaah yang berada di hotel-hotel pemondokan. Kehadiran petugas Linjam diharapkan dapat memberikan rasa aman dan ketenangan bagi jemaah dalam menjalankan ibadah.
“Tujuan utama kami adalah memastikan jemaah merasa tenang dan yakin bahwa mereka dilindungi selama beribadah,” jelasnya.
Selain aspek keamanan, Linjam juga menangani berbagai permasalahan teknis yang dihadapi jemaah, seperti koper yang tertukar atau hilang. Petugas akan membantu proses pencarian dan pengembalian barang milik jemaah.
“Termasuk jika ada koper yang tertukar, Linjam akan membantu mencarikan dan menyelesaikan,” kata Nurohim.
Linjam juga memberikan perlindungan dalam mobilitas jemaah, khususnya perjalanan dari hotel menuju Masjid Nabawi. Pengamanan dilakukan untuk memastikan jemaah dapat berangkat dan kembali dengan aman tanpa kendala.
Dari total 60 personel, masing-masing sektor ditempatkan tiga petugas Linjam, sementara di Seksus terdapat 32 personel yang dibagi ke dalam lima pos pengamanan di area Masjid Nabawi.
Adapun titik pos Linjam di Masjid Nabawi tersebar di beberapa pintu strategis, yakni Pintu 336 (Pos 1), Pintu 328 (Pos 2), Pintu 310 (Pos 3), Pintu 360 (Pos 4), serta area Raudhah (Pos 5).
“Di Masjid Nabawi terdapat lima pos Linjam yang siaga 24 jam penuh untuk melayani dan melindungi jemaah,” ungkapnya.
Ali mengimbau jemaah agar tidak berangkat sendirian saat menuju masjid, melainkan menggunakan sistem berpasangan atau rombongan kecil (buddy system). Hal ini untuk menghindari jemaah terpisah dari rombongan dan memudahkan saling membantu jika terjadi kendala di lapangan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga identitas jemaah, khususnya kartu Nusuk, agar selalu melekat dan tidak tertinggal di hotel.
“Jangan sampai kartu Nusuk hilang atau tertinggal, karena itu penting untuk kelancaran ibadah,” tegasnya.
Dengan kesiapan personel dan sistem pengamanan yang terstruktur, Linjam Daker Madinah berharap jemaah haji Indonesia dapat beribadah dengan lebih aman, nyaman, dan khusyuk di Masjid Nabawi maupun selama mobilitas di Madinah. (nov)


