Rupiah Tembus Level Rp17.500 per Dolar AS Imbas Akumulasi Sentimen Negatif Domestik dan Luar Negeri

RIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah menembus level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (12/5/2026), imbas akumulasi sentimen negatof domestik dan luar negeri.

Berdasarkan data transaksi antarbank hari ini, Selasa (12/5/2026), kurs rupiah dibuka melemah 0,40% atau 69 poin menjadi Rp17.483 dolar AS dibandingkan level sebelumnya Rp17.414 per dolar AS.

Sedangkan di pasar spot, nilai tukar rupiah dibuka anjlok 0,42% di level Rp17.485 per dolar AS. Pelemahan rupiah terus berlanjut hingga terkoreksi 0,56%, dan menyentuh level terendah sepanjang sejarah, yakni Rp17.510 per dolar AS, pada pukul 10:10 WIB.

Pelemahan nilai tukar rupiah dipengaruhi akumulasi sentimen negatif dari dalam dan luar negeri. Di dalam negeri, pelaku pasar menunggu hasil rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang akan diumumkan hari ini.

Meskipun dinilai dapat menekan IHSG hanya untuk jangka pendek, rebalancing indeks MSCI dikhawatirkan akan terus mendorong arus modal asing keluar dari pasar modal Indonesia, sehingga turut menekan rupiah.

Dari luar negeri, perkembangan konflik Timur Tengah yang memanas seiring penolakan AS terhadap proposal perdamaian Iran, meningkatkan kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi dan krisis energi global.

Pernyataan Presiden AS, Donald Trump, tentang operasi militer terhadap Iran yang belum berakhir dan akan dilanjutkan dalam 2 pekan ke depan, membuat pelaku pasar khawatir perang bakal pecah.

Apalagi neghara-negara sekutu AS di Arab Saudi dikabarkan telah siaga, termasuk Israel yang sebelumnya bergabung dengan AS menyerang Iran pada 28 Februari 2026.

Hal itu, membuat investor mengamankan aset dengan menarik modal dari emerging market atau negara berkembang, ke dolar AS dan pasar komoditas minyak dan gas (migas).

Dampaknya, indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia melonjak ke level 98,1. Sementara harga minyak dunia jenis Brent yang menjadi acuan, masih bertahan di atas level US$100 per barel.

Tak hanya rupiah, mayoritas mata uang negara-negara Asia juga dibuka melemah pada perdagangan hari ini, antara lain Won Korea Selatan (-0,88%), Peso Filipina (-0,45%), Yen Jepang (-0,23%), Ringgit Malaysia (-0,21%), Dolar Singapura (-0,17%), Dolar Taiwan (-0,04%), dan Yuan Tiongkok Offshore (-0,04%).

Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi masih melanjutkan tren melemah, dan bergerak di kisaran level Rp17.350 per dolar AS hingga Rp17.550 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kemenhub Ancam Sanksi Tegas PO Bus yang Tidak Masuk Terminal

BRIEF.ID - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan akan memberikan sanksi...

IHSG Ambruk ke Level 6.800 Terseret Pelemahan Rupiah, 456 Saham Turun Harga

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Nadiem Makarim Resmi Jadi Tahanan Rumah

BRIEF.ID – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi...

Harga Emas Antam Melesat Rp40.000 Hari Ini Dipicu Spekulasi Konflik Timur Tengah

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...