BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk ke level psikologis 6.800 akibat terseret pelemahan rupiah pada perdagangana hari ini, Selasa (12/5/2026).
Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka menguat 0,60% atau 41,23 poin ke level 6.946. Sedangkan indeks 45 saham unggulan atau LQ45 naik 0,21% atau 1,43 poin menjadi 670,06.
Penguatan IHSG tak berlangsung lama, dan akhirnya tertekan ke zona merah, seiring pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah yang menembus level terendah sepanjang masa di Rp17/505 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pukul 09:25 WIB.
Hingga akhir sesi I perdagangan saham pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG ditutup terkoreksi sebesar 1,43% atau 98,49 poin di level 6.807. Sepanjang 3 jam perdagangan berlangsung, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.977, dan level terendah 6.802.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 456 saham turun harga, 192 saham naik harga, dan 166 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan hari ini mencapai 18,899 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.491.031 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp7,505 triliun.
Pelemahan IHSG terutama dipicu penurunan harga sejumlah saham berkapitalisasi besar, antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk (ASII), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT
Barito Renewables Energy tbk (BREN).
Harga BBCA terpantau turun 1,22% atau Rp75 menjadi Rp6.075 per saham, ASII terkoreksi 2,07% atau Rp125 menjadi Rp5.925 per lembar, TLKM terpangkas Rp1,69% atau Rp50 menjadi Rp2.910 per saham, dan BREN anjlok 4,22% atau Rp160 menjadi Rp3.630 per lembar.
Selain pelemahan rupiah, sentimen negatif dari dalam negeri juga terjadi seiring kekhawatiran investor terkait rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang akan diumumkan hari ini.
Rebalancing indeks MSCI akan membuat sejumlah saham berkapitalisasi besar kehilangan bobot, sehingga berdampak menekan IHSG, dan memicu arus modal asing keluar (capital outflow).
Sementara dari luar negeri, sentimen negatif datang dari pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang mengindikasikan gencatan senjata dengan Iran tak dapat diperrtahankan.
Trump juga memberi sinyal operasi militer terhadap Iran belum berakhir, dan akan kembali melanjutkan serangan dalam 2 pekan ke depan. Sebelumnya AS dan Israel telah melakukan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Perkembangan terbaru itu, membuat harga minyak dunia melonjak. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 4,62% menjadi US$99,19 per barel. Sedangkan harga minyak Brent pada sesi perdagangan pagi ini naik menajadi US$105,29 per barel.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak variatif dengan kecenderungan melemah terbatas di kisaran level support 6.750 dan level resistance 7.000. (jea)


