Rupiah Menguat Lebih dari 100 Poin Dipicu Penurunan Harga Minyak Dunia

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah menguat lebih dari 100 poin di bawah level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dipicu penurunan harga minyak dunia seiring meredanya konflik Timur Tengah.

Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), kurs rupiah terpantau berada di level Rp17.920 per dolar AS, menguat 0,59% atau 107 poin.

Sebelumnya pada awal perdagangan hari ini, rupiah Jisdor dibuka menguat 0,31% atau 55 poin menjadi Rp17.972 per dolar AS dibandingkan level sebelumnya Rp18.027 per dolar AS.

Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah membuka perdagangan dengan menguat 0,18% ke level Rp17.991 per dolar AS, dan terus melanjutkan penguatan ke level Rp17.969 per dolar AS.

Penguatan rupiah dipicu sentimen positif meredanya konflik Timur Tengah, seiring kabar AS dan Iran akan membuat kesepakatan perdamaian sementara untuk membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Seperti dilansir Bloomberg News, Presiden AS, Donald Trump, sudah berdialog dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani, untuk menurunkan eskalasi konflik Timur Tengah.

Upaya perdamaian antara AS dan Iran tersebut, membuat harga minyak dunia turun ke bawah level US$80 per barel. Pada sesi pagi perdagangan hari ini, harga minyak dunia jenis Brent turun 0,84% ke US$78,69 per barel.

Sebelumnya pada perdagangan kemarin, Selasa (4/8/2026), harga minyak dunia jenis Brent yang menjadi acuan global ditutup anjlok 5,26% ke level US$ 79,36 per barel.

Anjloknya harga minyak dunia membuat indeks dolar AS ikut terhempas ke level 99,85, sehingga menjadi angin segar bagi mata uang Asia pada perdagangan hari ini.   

Selain rupiah, mata uang Asia yang ikut menguat terhadap dolar AS, antara lain Baht Thailand, Peso Filipina, Dolar Taiwan, Won Korea Selatan, Ringgit Malaysia, dan Yen Jepang.

Meski demikian, rupiah diprediksi dapat mengalami koreksi dari faktor domestik, seiring data pertumbuhan ekonomi kuartal II 2026, yang akan diumumkan hari ini.

Konsensus pasar memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 akan melambat atau turun menjadi 5,1% dibandingkan 5,61% pada kuartal I 2026.

Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak menguat terbatas di kisaran level Rp17.900 per dolar AS hingga Rp18.000 per dolar AS. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kejagung Sita 11 Mobil PT PSMI Terkait Dugaan Korupsi Perkebunan di Kawasan Inhutani V

BRIEF.ID - Kejaksaan Agung melakukan penyitaan dalam penyidikan dugaan...

Nusron Wahid Akhirnya Muncul Usai OTT KPK, Pastikan Pelayanan ATR/BPN Tetap Jalan

BRIEF.ID - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan...

Penerimaan Pajak Tembus Rp1.409 T, Tumbuh 24,1 Persen hingga Agustus 2026

BRIEF.ID - Pemerintah mengklaim bahwa penerimaan pajak hingga Agustus...

PAM JAYA Setop Operasi IPA Hutan Kota, Jaga Kualitas Air untuk Pelanggan

BRIEF.ID – PAM JAYA menghentikan sementara operasi Instalasi Pengolahan...