BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) hari ini, Rabu (21/10/2026).
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, kurs rupiah dibuka stabil di kisaran level Rp17.992 per dolar AS.
Meski demikian, nilai tukar rupiah perlahan bergerak menguat. Hingga pukul 10:00 WIB, kurs rupiah Jisdor terpantau berada di level Rp17.970, menguat 0,12% atau 22 poin dari level Rp17.992 pada penutupan perdagangan Selasa (20/10/2026).
Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah justru membuka perdagangan hari ini dengan melemah 0,03% ke Rp17.993 per dolar AS. Sedangkan kurs rupiah di pasarNon-Deliverable Forward (NDF) bergerak di kisaranRp18.02 per dolar AS.
Kenaikan kurs rupiah mengikuti pergerakan mata uang Asia yang sebagian besar dibuka menguat terhadap dolar AS pada sesi pagi perdagangan hari ini, antara lain Won Korea Selatan (+0,09%), dan Baht Thailand (+0,06%).
Meski demikian, tekanan eksternal seiring tingginya harga minyak dunia, membuat penguatan rupiah dan mayoritas mata uang Asia menjadi terbatas.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent untuk kontrak berjangka 0,78% menjadi US$ 109,64 per barel pada pukul 00.22 GMT. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) naik 0,78% menjadi US$ 98,58 per barel.
Tingginya harga minyak dunia membuat kekhawatiran terkait tekanan biaya energi untuk inflasi semakin meningkat. Hal itu, akan mendorong lonjakan inflasi global, yang mendesak bank sentral di berbagai negara menaikkan suku bunga acuan.
Dengan demikian, penguatan rupiah hari ini lebih dipengartuhi faktor domestik, yakni hasil RDG BI, yang antara lain akan memutuskan posisi suku bunga acuan atau BI-Rate.
Konsensus pasar memperkirakan RDG BI yang selesai hari ini, akan tetap mempertahankan BI-Rate di kisaran 5,57%, meskipun ada tekanan lonjakan harga minyak dunia.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi menguat terbatas dengan bergerak di kisaran level Rp17.950 per dolar AS hingga Rp18.000 per dolar AS. (Jea)


