Rupiah Menguat di Bawah Level Rp18.000 per Dolar AS Imbas Rilis Data Inflasi Juli 2026

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah menguat di bawah level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) imbas rilis data inflasi Juli 2026, yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (3/8/2026).

Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hingga pukul 12:00 WIB hari ini, kurs rupiah terpantau berada di level Rp17.991 per dolar AS.

Sebelumnya di awal perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,05% atau 9 poin di level Rp18.031 per dolar AS dibandingkan level Rp18.022 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (31/7/2026).

Sementara kurs rupiah di pasar spot membuka perdagangan hari ini, dengan melemah 0,08% di level Rp18.014 per dolar AS, namun kemudian berbalik menguat ke posisi Rp17.977 per dolar AS.

Sentimen positif datang dari luar negeri, seiring kabar AS dan Iran akan kembali ke meja perundingan pada hari ini. Delegasi dari kedua negara akan kembali membahas poin-poin kesepakatan perdamaian untuk mengakhir konflik Timur Tengah.

Hal itu, membuat harga minyak dunia jenis Brent yang menjadi acuan global, anjlok hingga 4,7% ke level US$83,77 per barel. Sementara harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) turun di bawah US$81 per barel.

Sementara sentimen domestik datang dari pengumuman BPS terkait inflasi bulan Juli 2026 yang mencapai 2,88% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan level 2,37% pada Juli 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, inflasi terjadi pada seluruh komponen, dengan kenaikan terbesara pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau (0,87%), dan transportasi (0,62%).

Menurut dia, lonjakan inflasi tahunan per Juli 2026 terjadi di seluruh provinsi di Indonesia, dengan Papua Barat menjadi provinsi dengan inflasi tertinggi sebesar 5,47%, dan inflasi terendah tercatat di Papua Selatan sebesar 1,46%.

Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi menguat terbatas seiring reaksi pelaku pasar terhadap rilis data inflasi, begitu juga neraca perdagangan .

Nilai tukar rupiah hari ini diprediksi bergerak di kisaran level Rp17.850 per dolar AS, hingga Rp18.050 per dolar AS. (Jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Inflasi Indonesia 2,88% di Juli 2026, Kontributor Utama Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau

BRIEF.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia...

Jumlah Penumpang Transportasi Pada Juni 2026 Tembus 49 Juta, Kereta Api & ASDP Jadi Motor Penggerak Utama

BRIEF.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi merilis...

IHSG Awal Pekan Bergerak Variatif, Investor Cermati Data Inflasi dan Neraca Perdagangan

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Trump Buka Jalur Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Anjlok Hampir 5%

BRIEF.ID – Harga minyak dunia anjlok hampir 5% pada...