BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (22/10/2026), akibat tertekan lonjakan harga minyak dunia yang menembus level US$110 per barel.
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, kurs rupiah dibuka melemah 0,06% atau 11 poin menjadi Rp18.033 per dolar AS dari level sebelumnya Rp18.022 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terus berlanjut hingga menembus level Rp18.043 per dolar AS pada pukul 11:30 WIB, melemah 0,11% atau 21 poin dari level Rp18.022 pada penutupan perdagangan Rabu (21/10/2026).
Di pasar spot, nilai tukar rupiah juga mengawali perdagangan dengan melemah 0,19% ke level Rp18.035 per dolar AS, dan terus berlanjut hingga menyentuh level Rp18.050 per dolar AS.
Sedangkan di pasar luar negeri, kurs rupiah merespons dengan defensif terhadap dolar AS. Pada awal perdagangan sesi pagi, rupiah bisa menguat ke level Rp18.063 per dolar AS, namun kemudian berbalik melemah ke level Rp18.070 per dolar AS.
Pelemahan rupiah hari ini dipengaruhi tekanan eksternal, terutama lonjakan harga minyak dunia jenis Brent, yang menyentuh level US$110 per barel.
Lonjakan harga minyak dunia yang menyentuh level tertinggi sejak Mei 2026 tersebut, memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap inflasi tinggi yang dipicu kenaikan biaya impor dan biaya energi.
Inflasi tinggi akan memicu bank sentral memperketat kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan, yang dapat berimbas pada biaya pinjaman mahal dan daya beli melemah.
Selain itu, pelemahan rupiah dipicu keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang dinilai ambigu. Pasalnya, RDG BI memutuskan tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di kisaran 5,75%, namun menaikkan Deposit Facility sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5%.
Selain itu, BI juga melakukan pelonggaran likuiditas dengan menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) dari 9% jadi 7%, yang diterapkan dalam dua tahap.
Terkait dengan itu, pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini, diprediksi melemah terbatas di level Rp18.000 per dolar AS hingga Rp18.100 per dolar AS. (Jea)


