BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah melemah tapi tetap bertahan di bawah level Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Senin (20/7/2026).
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), kurs rupiah terpantau berada di level Rp17.950 per dolar AS hingga pukul 14:00 WIB.
Pelemahan rupiah terus terkikis, setelah sebelumnya melemah 0,31% atau 56 poin menjadi Rp17.977 per dolar AS di pembukaan perdagangan hari ini.
Pelemahan rupiah dipicu tekanan dari kenaikan harga minyak dunia yang menembus level psikologis US$90 per barel, seiring makin memanasnya konflik Timur Tengah.
Seperti dilansir Reuters, harga minyak dunia jenis Brent melesat 3,05% atau US$2,69 ke level US$90,79 per barel pada Senin (20/7/2026), yang merupakan level tertinggi sejak 11 Juni 2026.
Sedangkan harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,65% atau US$2,19 ke level US$84,68 per barel, tertinggi sejak 12 Juni 2026.
Lonjakan harga minyak dunia dipicu konflik antara AS dan Iran, yang kian memanas dan meluas. Sepanjang akhir pekan, AS terus melancarkan serangan ke Iran, yang dibalas Iran dengan menyerang Kuwait dan Bahrain, yang merupakan sekutu AS di Timur Tengah.
AS menyatakan akan kembali memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran, sedangkan Iran menegaskan akan menargetkan kapal-kapal, yang melintas Selat Hormuz.
Hal itu, menimbulkan kekhawatiran terkait terganggunya pasokan migas dunia dari kawasan Timur Tengah, yang bisa memicu krisis energi global.
Lonjakan harga minyak, yang disertai dengan kenaikan indeks dolar AS, turut menekan mata uang dunia. Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia, juga dibuka melemah, antara lain Dolar Taiwan, Peso Filipina, dan Baht Thailand.
Posisi rupiah yang tetap terjaga di bawah level Rp18.000 per dolar AS juga dipengaruhi ekspetasi terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI) pada pekan ini.
RDG-BI diprediksi akan kembalo menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (Bps) menjadi 6% untuk menjaga stabilitas nilai tukar ruppiah, dan mengendalikan inflasi.
Untuk perdagangan hari ini, rupiah diprediksi bergerak melemah terbatas di kisaran level Rp17.900 per dolar AS, hingga level Rp17.980 per dolar AS. (Jea)


