BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat harga minyak dunia anjlok pada perdagangan hari ini, Selasa (22/6/2026).
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Dollar Spot Rate (Jisdor), kurs rupiah pada penutupan perdagangan sesi I hari ini melemah ke level Rp17.853 per dolar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah Jisdor dibuka melemah 0,09% atau 16 poin ke level Rp17.859 per dolar AS dari level Rp17.843 per dolar AS pada penutupan Senin (22/6/2026).
Nilai tukar rupiah melemah saat harga minyak dunia jenis Brent yang menjadi acuan anjlok di bawah level US$80 per barel. Sementara indeks dolar AS cenderung stagnan di level 101,01.
Pelemahan rupiah terjadi seiring sentimen global, ketika pelaku pasar kembali mencermati kelanjutan perundingan damai AS dan Iran untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.
Seperti dilansir Bloomberg News, pejabat tinggi AS dan Iran tetap melanjutkan perundingan damai di Swiss, meskipun sempat ada ancaman serangan dari Presiden AS, Donald Trump.
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance, mengatakan proses perundingan damai dengan Iran di Swiss sejak akhir pekan lalu berlangsung sangat baik. Hal itu, juga dikonfirmasi sejumlah pejabat tinggi Iran.
Dalam perundingan damai tersebut, kedua pihak telah menyepakati beberapa poin, antara lain membentuk jalur komunikasi untuk mengamankan rute pelayaran di Selat Hormuz.
AS juga telah memberi izin bagi Iran untuk menjual minyak mentah ke pasar internasional dengan jangka waktu 60 hari ke depan.
Perkembangan terbaru itu, membuat pasar keuangan, dan pasar komoditas global bergerak variatif, terutama di emerging market (negara berkembang)
Selain rupiah, mata uang Asia yang turut melemah terhadap dolar AS antara lain, Peso Filipina, Baht Thailand, Yen Jepang, dan Dolar Singapura.
Sementara mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS, antara lain Ringgit Malaysia (+0,3%), Dolar Taiwan (+0,12%), Yuan Tiongkok (+0,01%).
Pergerakan beragam di pasar mata uang kawasan, mengindikasikan investor belum sepenuhnya yakin dengan hasil perundingan damai AS-Iran, yang berlangsung di Swiss. (jea)


