BRIEF.ID – Gelaran Piala Dunia 2026 menyajikan sorotan menarik di luar lapangan hijau mengenai bagaimana keberagaman budaya dan prinsip personal para pesepak bola dunia diakomodasi dengan baik.
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dilaporkan menerapkan kebijakan khusus terkait pemberian penghargaan Pemain Terbaik alias Man of the Match (MVP). Otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut memutuskan untuk membedakan desain latar belakang (backdrop) foto dan trofi bagi pemain Muslim, pemain berusia di bawah 21 tahun, serta pemain yang menolak unsur alkohol karena alasan tertentu.
Langkah inklusif ini menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah kapten tim nasional Mesir, Mohamed Salah, terpilih sebagai Man of the Match dalam laga kemenangan Mesir atas Selandia Baru.
Dalam foto penyerahan penghargaan yang beredar di media sosial, visual piala yang dipegang Mohamed Salah beserta backdrop di belakangnya bersih dari logo perusahaan bir asal Amerika Serikat, Michelob Ultra, selaku sponsor resmi penghargaan tersebut. Papan latar belakang diganti dengan tulisan netral berbunyi “Superior Player of the Match”.

Pemandangan ini sangat kontras bila dibandingkan dengan dokumentasi pemain non-Muslim yang memenangi penghargaan serupa, seperti megabintang Argentina Lionel Messi. Di foto tersebut, baik badan trofi maupun papan latar belakang dipenuhi oleh logo dan tulisan produk sponsor secara mencolok.

Selain Mohamed Salah, kebijakan penghapusan atribut alkohol ini sebelumnya juga telah diterapkan bagi talenta muda Swiss berusia di bawah 21 tahun, Johan Manzambi. Hal yang sama juga berlaku bagi penyerang timnas Prancis, Michael Olise, yang diketahui memilih untuk tidak mengikatkan diri dengan sponsor komersial tertentu selama turnamen.


Kebijakan FIFA yang dinilai menghormati nilai-nilai keberagaman ini langsung menuai berbagai respons positif dari para pencinta sepak bola di jagat maya.
Sejumlah warganet menyambut baik langkah tersebut dan menganggapnya sebagai keputusan yang bagus bagi inklusivitas olahraga.
“Sebenarnya hal kaya gini tuh emang harus dijadiin kebiasaan si dimanapun karna keberagaman dikancah sepak bola manapun pasti ada,” tulis salah satu akun di kolom komentar media sosial.
“Respect, inilah orang-orang enggak lihat dari WC (World Cup) 2026 saja,” timpal netizen lainnya yang mengapresiasi kepekaan sosial panitia penyelenggara.


