BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah melanjutkan tren melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat pemerintah kembali menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) pada hari ini, Selasa (9/6/2026).
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), kurs rupiah dibuka menguat 0,29% atau 54 poin ke level Rp18.134 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp18.188 per dolar AS.Sementara di pasar spot, nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,09% ke level Rp18.143 per dolar AS.
Meski demikian, penguatan rupiah perlahan terkikis, bahkan berbalik arah ke zona merah. Hingga pukul 11:45 WIB, nilai tukar rupiah Jisdor terpantau melemah di level Rp18.163 per dolar AS dibandingkan posisi Rp18.134 per dolar AS pada saat pembukaan perdagangan hari ini.
Tren pelemahan rupiah ini, terjadi justru ketika pasar sedang rebound seiring sentimen positif turunnya harga minyak dunia sebesar 0,2% ke level US$93,75 per barel pada awal perdagangan hari ini.
Mayoritas mata uang Asia dibuka rebound terhadap dolar AS, antara lain Won Korea Selatan (+0,8%), Ringgit Malaysia (+0,34%), Baht Thailand (0,18%), Dolar Singapura (+0,09%), Peso Filipina (+0,04%), dan Dolar Hong Kong (+0,01%).
Selain itu, sentimen positif juga datang dari dalam negeri, seiring kebijakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yang kembali menggelar lelang SUN dengan target indikatif Rp36 triliun.
Meski demikian, sejumlah faktor positif tersebut tak mampu menahan rupiah tetap berada di zona hijau. Arus modal keluar (capital outflow) masih berlanjut, dan melemahkan rupiah.
Pada perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak variatif dengan kecenderungan melemah tipis di kisaran level Rp18.100 per dolar AS hingga Rp18.200 per dolar AS. (jea)


