BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk ke level 6.200 dipicu aksi risk off seiring lonjakan harga minyak dunia ke level US$100 per barel.
Saham-saham unggulan berkapitalisasi besar ramai dilepas investor hingga mengalami penurunan harga, terutama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang terkoreksi lebih dari 3%.
Hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (24/7/2026), IHSG ditutup turun 1,75% atau 110.67 poin ke level 6.204, setelah sempat menembus level psikologis 6.400.
Sebelumnya pada awal sesi I perdagangan hari ini, IHSG dibuka melemah 0,77% atau 48,33 poin ke level 6.266. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,06% atau 6,66 poin ke posisi 620,46.
Sepanjang 3 jam perdagangan berlangsung, IHSG terus bergerak di zona merah dengan menyentuh level tertinggi di 6.268, dan level terendah di 6.161.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 594 saham turun harga, hanya 80 saham naik harga, dan 115 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Adapun volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan mencapai 24,608 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.459.047 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp10,516 triliun.
Saham-saham di seluruh sektor mengalami tekanan jual, seiring sentimen negatif lonjakan harga minyak dunia yang memicu aksi risk off global.
Investor asing menarik modal dari aset-aset berisiko, termasuk dari BEI, sehingga tekanan jual mewarnai perdagangan saham hari ini.
Di jejeran saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps, saham BMRI dan SMGR terpantau mengalami tekanan jual cukup besar, hingga penurunannya melebihi koreksi IHSG.
Harga BMRI terkoreksi 3,42% atau Rp150 menjadi Rp4.230 per lembar, sedangkan SMGR merosot 3,30% atau Rp50 ke level Rp1.465 per lembar.
Di jejeran saham himpunan bank milik pemerintah (Himbara), hanya saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang berada di zona hijau. BBRI terpantau menguat 0,33% atau Rp10 menjadi Rp3.000 per lembar.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi masih rawan koreksi, seiring perkembangan konflik Timur Tengah, yang kian memanas, dan memicu lonjakan harga minyak dunia.
IHSG diprediksi masih tertekan di zona merah, dengan bergerak di kisaran level support 6.250 hingga level resistance 6.350. (Jea)


