BRIEF.ID – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merosot, dan nyaris terhempas dari level psikologis Rp2,6 juta per gram pada perdagangan Jumat (24/7/2026).
Seperti dilansir laman Logam Mulia hari ini, harga emas Antam merosot Rp35.000 menjadi Rp2.605.000 per gram dari level sebelumnya Rp2.640.000 per gram.
Sementara harga pembelian kembali (buyback) emas Antam anjlok sebesar Rp50.000 menjadi Rp2.345.000 per gram dari level sebelumnya Rp2.395.000 per gram.
Pelemahan harga emas Antam mengikuti pergerakan harga emas dunia di pasar spot, yang ditutup turun 1,99% menjadi US$4.048 per troy ounce, pada perdagangan Kamis (23/7/2024).
Harga emas dunia jatuh imbas lonjakan harga minyak dunia hingga 7% ke level US$100,4 per barel seiring eskalasi konflik Timur Tengah yang kian memanas.
Kenaikan harga minyak dunia dipicu meningkatnya eskalasi konflik Timur Tengah yang meluas, seiring ancaman Presiden AS, Donald Trump, kepada Iran dan Kelompok Houthi.
Dalam unggahan di media sosialnya, Trump menyebut AS akan melakukan “hukuman besar” kepada Iran dan Houthi. Dalam wawancara dengan Axios, Trump menyatakan telah mempertimbangkan, dan hampir mencapai keputusan untuk melakukan “serangan besar” terhadap Iran dan Houthi.
Ancaman disampaikan setelah kelompok Houthi di Yaman menyatakan telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.
Serangan tersebut, memperburuk gangguan pasokan minyak dunia, yang sebelumnya sudah terjadi akibat terganggunya pelayaran melalui Selat Hormuz.
Pengamat menilai ancaman Trump mengarah pada kemungkinan terjadinya perang darat, yang akan semakin meningkatkan eskalasi konflik Timur Tengah.
Kelompok Houthi telah mengumumkan blokade Laut Merah, dan menargetkan kapal-kapal pengangkut minyak Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb.
Hal itu, dikhawatirkan akan mengganggu jalur pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah, karena Iran akan kembali menutup Selat Hormuz sebagai reaksi atas serangan AS.
Dengan kemungkinan perang darat yang terus meningkat, serta lalu lintas kapal tanker yang terbatas di Selat Hormuz maupun Selat Bab el-Mandeb, harga minyak dunia diprediksi akan terus melambung, dan dikawatirkan mendekati rekor tertinggi di level US$126,41 per barel empat tahun lalu.
Goldman Sachs memperkirakan harga minyak jenis Brent dapat melampaui US$120 per barrel pada kuartal IV 2026, jika gangguan di Selat Hormuz terus berlanjut.
Lonjakan harga minyak dunia dikhawatirkan memicu kenaikan biaya energi, sehingga membebani fiskal, dan meningkatkan inflasi. Hal ini, akan membuat bank sentral cenderung menaikkan suku bunga acuan, sehingga berinvestasi di emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
Bagi kamu yang ingin berinvestasi di emas batangan atau logam mulia, ada beberapa ketentuan terkait pajak yang perlu kamu ketahui.
Pertama, setiap pembelian emas batangan atau logam mulia disertai dengan bukti potong PPh 22. Untuk transaksi harga jual emas batangan dikenakan potongan pajak, sesuai PMK No. 34/PMK.10/2017.
Kedua, potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% untuk NPWP dan 0,9% untuk non-NPWP.
Ketiga, penjualan kembali emas Antam dengan nominal lebih dari Rp 10.000.000, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% untuk non NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Berikut rincian harga pecahan emas batangan Antam, yang tercatat di laman Logam Mulia, pada Jumat (24/7/2026):
– Harga emas 0,5 gram: Rp1.352.500.
- Harga emas 1 gram: Rp2.605.000.
- Harga emas 2 gram: Rp5.150.000.
- Harga emas 3 gram: Rp7.700.000.
- Harga emas 5 gram: Rp12.800.000.
- Harga emas 10 gram: Rp25.545.000.
- Harga emas 25 gram: Rp63.737.000.
- Harga emas 50 gram: Rp127.395.000.
- Harga emas 100 gram: Rp254.712.000.
- Harga emas 250 gram: Rp636.515.000.
- Harga emas 500 gram: Rp1.272.820.000.
- Harga emas 1.000 gram: Rp2.545.600.000. (Jea)


