BRIEF.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa ketahanan energi, logistik yang efisien, dan keberlanjutan lingkungan harus menjadi satu kesatuan dalam pembangunan nasional.
Pernyataan itu disampaikan AHY saat membuka The Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle (IZEHDV) Summit 2026, forum yang membahas percepatan transformasi transportasi menuju kendaraan berat rendah emisi dan berkelanjutan.
Menurut AHY, pemerintah terus mendorong percepatan dekarbonisasi sektor transportasi melalui sejumlah langkah strategis, di antaranya memperluas elektrifikasi kendaraan, meningkatkan pemanfaatan biodiesel B50, serta menata sistem logistik nasional, termasuk percepatan penanganan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).
“Ketahanan energi, logistik yang efisien, dan keberlanjutan lingkungan harus berjalan beriringan. Kita harus mempercepat dekarbonisasi transportasi melalui elektrifikasi kendaraan, pemanfaatan B50, serta penataan logistik, termasuk penanganan ODOL,”ujar AHY yang diunggah melalui platform X @AgusYudhoyono, Jumat (24/7/2026).
Ia menilai transformasi sektor transportasi merupakan bagian penting dari strategi pembangunan nasional yang tidak hanya bertujuan menurunkan emisi gas rumah kaca, tetapi juga meningkatkan daya saing ekonomi dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Menurut AHY, elektrifikasi kendaraan dan penggunaan bahan bakar nabati merupakan langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus mendukung pencapaian target penurunan emisi nasional. Sementara itu, penataan logistik dan penertiban kendaraan ODOL diyakini akan meningkatkan efisiensi distribusi barang, menekan biaya logistik, serta memperpanjang umur infrastruktur jalan.
AHY menegaskan bahwa pembangunan Indonesia ke depan harus mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.
“Pembangunan harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan energi Indonesia,” kata AHY.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dapat mempercepat transisi menuju sistem transportasi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tengah tantangan perubahan iklim global. (nov)


